<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ski fkg unair</title>
	<atom:link href="http://skifkgunair.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://skifkgunair.wordpress.com</link>
	<description>Situs resmi lembaga dakwah fakultas kedokteran gigi universitas airlangga</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Feb 2011 00:33:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='skifkgunair.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ski fkg unair</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://skifkgunair.wordpress.com/osd.xml" title="ski fkg unair" />
	<atom:link rel='hub' href='http://skifkgunair.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Buktikan Cintamu pada Nabi!</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/buktikan-cintamu-pada-nabi/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/buktikan-cintamu-pada-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 15:35:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi akhir zaman, kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman. Dengan berbagai macam cara seseorang akan mencurahkan usahanya untuk membuktikan cintanya pada kekasihnya. Begitu pula kecintaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap orang pun punya berbagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=80&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi akhir zaman, kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman. </em></p>
<p>Dengan berbagai macam cara seseorang akan mencurahkan usahanya untuk membuktikan cintanya pada kekasihnya. Begitu pula kecintaan pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Setiap orang pun punya berbagai cara untuk membuktikannya. Namun tidak semua cara tersebut benar, ada di sana cara-cara yang keliru. Itulah yang nanti diangkat pada tulisan kali ini. Semoga Allah memudahkan dan memberikan kepahaman.<span id="more-80"></span></p>
<p><strong>Kewajiban Mencintai Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></strong></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ</p>
<p><em>“Katakanlah: &#8220;Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya&#8221;. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” </em>(QS. At Taubah: 24). Ibnu Katsir <em>rahimahullah </em>mengatakan,  “Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian.”[1] Ancaman keras inilah yang menunjukkan bahwa mencintai Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dari makhluk lainnya adalah <strong>wajib</strong>.</p>
<p>Bahkan tidak boleh seseorang mencintai dirinya hingga melebihi kecintaan pada nabinya. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ</p>
<p>“<em>Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri</em>.” (QS. Al Ahzab: 6). Syihabuddin Al Alusi <em>rahimahullah </em>mengatakan, “Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>tidaklah memerintahkan sesuatu dan tidak ridho pada umatnya kecuali jika ada maslahat dan mendatangkan keselamatan bagi mereka. Berbeda dengan jiwa mereka sendiri. Jiwa tersebut selalu mengajak pada keburukan.”[2] Oleh karena itu, kecintaan pada beliau mesti didahulukan daripada kecintaan pada diri sendiri.</p>
<p>‘Abdullah bin Hisyam berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab <em>radhiyallahu</em><em> ’anhu</em>. Lalu Umar berkata, ”<em>Wahai</em><em> Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.</em>” Kemudian Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam </em>berkata,</p>
<p>لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ</p>
<p>”<em>Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri</em>.” Kemudian ’Umar berkata, ”<em>Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.</em>” Kemudian Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam </em>berkata, ”<em>Saat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna)</em>.”[3]</p>
<p><strong>Bukti Cinta Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>: Mendahulukan dan mengutamakan beliau dari siapa pun</p>
<p>Hal ini dikarenakan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah makhluk pilihan dari Allah <em>Ta’ala</em>. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِى هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِى هَاشِمٍ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah yang terbaik dari keturunan Isma’il. Lalu Allah pilih Quraisy yang terbaik dari Kinanah. Allah pun memilih Bani Hasyim yang terbaik dari Quraisy. Lalu Allah pilih aku sebagai yang terbaik dari Bani Hasyim.</em>”[4]</p>
<p>Di antara bentuk mendahulukan dan mengutamakan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>dari siapa pun yaitu apabila pendapat ulama, kyai atau ustadz yang menjadi rujukannya bertentangan dengan hadits Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </em>maka yang didahulukan adalah pendapat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </em>Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Asy Syafi’i <em>rahimahullah</em>, “Kaum muslimin telah sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.”[5]</p>
<p><strong>Kedua: </strong>Membenarkan segala yang disampaikan oleh Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em></p>
<p>Termasuk prinsip keimanan dan pilarnya yang utama ialah mengimani kemaksuman Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> dari dusta atau <em>buhtan</em> (fitnah) dan membenarkan segala yang dikabarkan beliau tentang perkara yang telah berlalu, sekarang, dan akan datang. Karena Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p>وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى (1) مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى (2) وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4)</p>
<p>”<em>Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)</em>.” (QS. An Najm: 1-4)</p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Beradab di sisi Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em></p>
<p>Di antara bentuk adab kepada Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> adalah memuji beliau dengan pujian yang layak baginya. Pujian yang paling mendalam ialah pujian yang diberikan oleh Rabb-nya dan pujian beliau terhadap dirinya sendiri, dan yang paling utama adalah shalawat dan salam kepada beliau. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ</p>
<p><em>“Orang yang bakhil </em><em>(pelit) </em><em>adalah orang yang apabila namaku disebut di sisinya, dia tidak bershalawat kepadaku.</em>”[6]</p>
<p><strong>Keempat</strong>: Ittiba’ (mencontoh) Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>serta berpegang pada petunjuknya.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ</p>
<p>“<em>Katakanlah: &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu&#8221;.”</em> (QS. Ali Imron: 31)</p>
<p>Ibnu Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata,</p>
<p>اتَّبِعُوا، وَلا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيتُمْ، كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ</p>
<p>“Ikutilah (petunjuk Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>), janganlah membuat bid’ah. Karena (ajaran Nabi) itu sudah cukup bagi kalian. <strong>Semua </strong><strong>amalan yang tanpa </strong><strong></strong><strong>tuntunan Nabi (baca: bid’ah) </strong><strong>adalah sesat</strong>.”[7]</p>
<p><strong>Kelima</strong>: Berhakim kepada ajaran Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em></p>
<p>Sesungguhnya berhukum dengan ajaran Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> adalah salah satu prinsip <em>mahabbah </em>(cinta) dan <em>ittiba’ </em>(mengikuti Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>). Tidak ada iman bagi orang yang tidak berhukum dan menerima dengan sepenuhnya syari’atnya. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>
<p><em>“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”</em> (QS. An-Nisa’: 65)</p>
<p>Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah </em>mengatakan, “Setiap orang yang keluar dari ajaran dan syariat Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> maka Allah telah bersumpah dengan diri-Nya yang disucikan, bahwa dia tidak beriman sehingga ridha dengan hukum Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam segala yang diperselisihkan di antara mereka dari perkara-perkara agama dan dunia serta tidak ada dalam hati mereka rasa keberatan terhadap hukumnya.”[8]</p>
<p><strong>Keenam</strong>: Membela Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></p>
<p>Membela dan menolong Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah salah satu tanda kecintaan dan pengagungan. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ</p>
<p>“<em>(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar.</em>” (QS. Al Hasyr: 8)</p>
<p>Di antara contoh pembelaaan terhadap Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>seperti diceritakan dalam kisah berikut. Ketika umat Islam mengalami kekalahan, Anas bin Nadhr pada perang Uhud mengatakan, ”Ya Allah, aku memohon ampun kepadamu terhadap perbuatan para sahabat dan aku berlepas diri dari-Mu dari perbuatan kaum musyrik.”  Kemudian ia maju lalu Sa’ad menemuinya. Anas lalu berkata, ”Wahai Sa’ad bin Mu’adz, surga. Demi Rabbnya Nadhr, sesungguhnya aku mencium bau surga dari Uhud.” ”Wahai Rasulullah, aku tidak mampu berbuat sebagaimana yang diperbuatnya,” ujar Sa’ad. Anas bin Malik berkata, ”Kemudian kami dapati padanya 87 sabetan pedang, tikaman tombak, atau lemparan panah. Kami mendapatinya telah gugur dan kaum musyrikin telah mencincang-cincangnya. Tidak ada seorang pun yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya yang mengenalinya dari jari telunjuknya.”[9]</p>
<p>Bentuk membela Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> mengharuskan beberapa hal, di antaranya:</p>
<p><strong>[</strong><strong>1</strong><strong>] </strong><strong>Membela para sahabat Nabi –<em>radhiyallahu ’anhum-</em></strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>لَا تَسُبُّوا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِي فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ</p>
<p>”<em>Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya.</em>”[10]</p>
<p>Di antara hak-hak para sahabat adalah mencintai dan meridhoi mereka. Sebagaimana Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ</p>
<p>“<em>Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: &#8220;Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.</em>” (QS. Al Hasyr: 10)</p>
<p>Sungguh aneh jika ada yang mencela sahabat sebagaimana yang dilakukan oleh Rafidhah (Syi’ah). Mereka sama saja mencela Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Imam Malik dan selainnya <em>rahimahumullah</em> mengatakan, “<em>Sesungguhnya Rafidhah hanyalah ingin mencela Rasul. Jika seseorang mengatakan bahwa orang itu jelek, maka berarti sahabat-sahabatnya juga jelek. Jika seseorang mengatakan bahwa orang itu sholih, maka sahabatnya juga demikian.</em>”[11] Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Adapun Rafidhah, maka merekalah orang-orang yang sering mencela sahabat Nabi dan perkataan mereka. Hakikatnya, apa yang ada di batin mereka adalah mencela risalah Muhammad.”[12]</p>
<p><strong>[</strong><strong>2</strong><strong>]</strong><strong> Membela para isteri Nabi, para <em>Ummahatul Mu’minin –radhiyallahu ’anhunna-</em></strong></p>
<p>Imam Malik <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Siapa saja yang mencela Abu Bakr, maka ia pantas dihukum cambuk. Siapa saja yang mencela Aisyah, maka ia pantas untuk dibunuh.” Ada yang menanyakan pada Imam Malik, ”Mengapa bisa demikian?” Beliau menjawab, ”Barangsiapa mencela mereka, maka ia telah mencela Al Qur’an karena Allah <em>Ta’ala</em> berfirman (agar tidak lagi menyebarkan berita bohong mengenai Aisyah, pen),</p>
<p>يَعِظُكُمَ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ</p>
<p>“<em>Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.”</em> (QS. An Nur: 17)”[13]</p>
<p><strong>Ketujuh</strong>: Membela ajaran (sunnah) Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em></p>
<p>Termasuk membela ajaran beliau <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> ialah memelihara dan menyebarkannya, menjaganya dari ulah kaum batil, penyimpangan kaum yang berlebih-lebihan dan <em>ta’wil</em> (penyimpangan) kaum yang bodoh, begitu pula dengan membantah syubhat kaum zindiq  dan pengecam sunnahnya, serta menjelaskan kedustaan-kedustaan mereka. Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> telah mendo’akan keceriaan wajah bagi siapa yang membela panji sunnah ini dengan sabdanya,</p>
<p>نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ</p>
<p><em>“Semoga Allah </em><em>memberikan kenikmatan pada </em><em>seseorang yang mendengar </em><em>sabda </em><em>kami lalu ia menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya. </em><em>Betapa banyak</em><em> orang yang diberi berita lebih paham daripada orang yang mendengar</em>.”[14]</p>
<p><strong>Kedelapan</strong>: Menyebarkan ajaran Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></p>
<p>Di antara kesempurnaan cinta dan pengagungan kepada Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> ialah berkeinginan kuat untuk menyebarkan ajaran (sunnah)nya. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً</p>
<p>“<em>Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.</em>”[15] Yang disampaikan pada umat adalah yang berasal dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bukan sesuatu yang tidak ada tuntunannya<em>.</em></p>
<p><em>from : rumaysho.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=80&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/buktikan-cintamu-pada-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Valentine&#8217;s Day&#8221;?????</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/valentines-day/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/valentines-day/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 15:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=78&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182291_496302271212_102805731212_6722576_8254697_a.jpg" alt="" /></div>
</div>
<p>Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: <em>Valentine’s Day</em>). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.<span id="more-78"></span></p>
<p><strong>Cikal Bakal Hari Valentine</strong></p>
<p>Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (<em>queen of feverish love</em>) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.</p>
<p>Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).</p>
<p><strong>Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine</strong></p>
<p>The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.</p>
<p>Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p>Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).</p>
<p>Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: <a rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/" target="_blank">http://id.wikipedia.org/</a> dan lain-lain)</p>
<p>Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:</p>
<ol>
<li>Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.</li>
<li>Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.</li>
<li>Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.</li>
<li>Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.</li>
</ol>
<p>Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.</p>
<p>Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.</p>
<p><strong>Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir</strong></p>
<p>Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau <em>Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim</em> (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.”</em> (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (<em>Iqtidho’</em>, 1/185)</p>
<p>Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”</em> (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam <em>Iqtidho’</em> [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam <em>Irwa’ul Gholil</em> no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.</p>
<p><strong>Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman </strong></p>
<p>Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا</p>
<p><em>“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”</em> (QS. Al Furqon [25]: 72)</p>
<p>Ibnul Jauziy dalam <em>Zaadul Masir</em> mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.</p>
<p>Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat <em>Iqtidho’</em>, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.</p>
<p><strong>Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti</strong></p>
<p>Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.</p>
<p>Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p>مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ</p>
<p><em>“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”</em></p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata,</p>
<p>مَا أَعْدَدْتَ لَهَا</p>
<p><em>“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”</em></p>
<p>Orang tersebut menjawab,</p>
<p>مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ</p>
<p><em>“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”</em></p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata,</p>
<p>أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ</p>
<p><em>“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam riwayat lain di <em>Shohih Bukhari</em>, Anas mengatakan,</p>
<p>فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ</p>
<p><em>“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”</em></p>
<p>Anas pun mengatakan,</p>
<p>فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ</p>
<p><em>“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”</em></p>
<p>Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di atas: <em>“Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?</em></p>
<p>Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!</p>
<p><strong>Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat</strong></p>
<p>“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)</p>
<p>Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.</p>
<p>Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah </em>dalam kitabnya <em>Ahkamu Ahlidz Dzimmah</em> (1/441, <em>Asy Syamilah</em>). Beliau <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”</p>
<p><strong>Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina</strong></p>
<p>Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.</p>
<p>Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. <em>Na’udzu billah min dzalik.</em></p>
<p>Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”</em> (QS. Al Isro’ [17]: 32)</p>
<p>Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.</p>
<p><strong>Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan</strong></p>
<p>Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,</p>
<p>وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.”</em> (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, <em>“Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.”</em> (Lihat <em>Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim</em>)</p>
<p>(rumaysho.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=78&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/valentines-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182291_496302271212_102805731212_6722576_8254697_a.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>13 akhlak utama salafush shalih</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/13-akhlak-utama-salafush-shalih/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/13-akhlak-utama-salafush-shalih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 15:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Ahlus Sunnah wal Jama’ah atau Salafush Sholih (generasi terbaik dari umat Islam) bukan hanya mengajarkan prinsip dalam beraqidah saja, namun Ahlus Sunnah wal Jama’ah juga bagaimanakah berakhlaq yang mulia. Itulah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya, إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlaq.” (HR. Ahmad 2/381, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=75&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ahlus Sunnah wal Jama’ah</em> atau <em>Salafush Sholih</em> (generasi terbaik dari umat Islam) bukan hanya mengajarkan prinsip dalam beraqidah saja, namun Ahlus Sunnah wal Jama’ah juga bagaimanakah berakhlaq yang mulia.</p>
<p>Itulah yang diajarkan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam haditsnya,</p>
<p dir="rtl">إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlaq.</em>” (HR. Ahmad 2/381, <strong><em>shahih</em></strong>)<span id="more-75"></span></p>
<p>Dalam suatu hadits shahih, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memanjatkan do’a,</p>
<p dir="rtl">اللّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ</p>
<p>“<em>Allahummah-diinii li-ahsanil akhlaaqi, laa yahdi li-ahsaniha illa anta (Ya Allah, tunjukilah padaku akhlaq yang baik. </em><em>Tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlaq tersebut kecuali Engkau</em><em>)</em>” (HR. Muslim no. 771).</p>
<p>Maka sungguh sangat aneh jika ada yang mengklaim dirinya sebagai Ahlus Sunnah, namun jauh dari akhlaq yang mulia. Jika ia menyatakan dirinya mengikuti para salaf (generasi terbaik umat ini), tentu saja ia tidak boleh mengambil sebagian ajaran mereka saja. Akhlaqnya pun harus bersesuaian dengan para salaf. Namun saying seribu sayang, prinsip yang satu inilah yang jarang diperhatikan. Kadang yang menyatakan dirinya Ahlus Sunnah malah dikenal bengis, dikenal kasar, dikenal selalu bersikap keras. Sungguh klaim hanyalah sekedar klaim. Apa manfaatnya klaim jika tanpa bukti?</p>
<p>Di antara bukti pentingnya akhlaq di sisi para salaf –Ahlus Sunnah wal Jama’ah-, mereka menjadikan masalah akhlaq sebagai ushul (pokok) aqidah dan mereka memasukkannya dalam permasalahan aqidah. Di antara ajaran akhlaq tersebut adalah:</p>
<p><strong>[Pertama: Selalu mengajak pada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah mengajak pada yang ma’ruf (kebaikan) dan melarang dari kemungkaran. Mereka meyakini bahwa baiknya umat Islam adalah dengan tetap adanya ajaran amar ma’ruf yang barokah ini. Perlu diketahui bahwa amar ma’ruf merupakan bagian dari syariat Islam yang paling mulia. Amar ma’ruf inilah yang merupakan sebab terjaganya jama’ah kaum muslimin. Amar ma’ruf adalah suatu yang wajib sesuai kemampuan dan dilihat dari maslahat dalam beramar ma’ruf. Mengenai keutamaan amar ma’ruf nahi mungkar, Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl">كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ</p>
<p>“<em>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.</em>” (QS. Ali Imron: 110)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p>مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ</p>
<p>“<em>Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan. Jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.</em>” (HR. Muslim no. 49)</p>
<p><strong>[Kedua: Mendahulukan sikap lemah lembut dalam berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah berprinsip bahwa hendaknya lebih mendahulukan sikap lemah lembut ketika amar ma’ruf nahi mungkar, hendaklah pula berdakwah dengan sikap hikmah dan memberi nasehat dengan cara yang baik. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ</p>
<p>“<em>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah  dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik</em>.” (QS. An Nahl: 125)</p>
<p><strong>[Ketiga: Sabar ketika berdakwah]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah meyakini wajibnya bersabar dari kelakukan jahat manusia ketika beramar ma’ruf nahi mungkar. Hal ini karena mengamalkan firman Allah Ta’ala,</p>
<p dir="rtl">وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ</p>
<p>“<em>Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).</em>” (QS. Luqman: 17)</p>
<p><strong>[Keempat: Tidak ingin kaum muslimin berselisih]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah ketika menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, mereka punya satu prinsip yang selalu dipegang yaitu menjaga keutuhan jama’ah kaum muslimin, menarik hati setiap orang, menyatukan kalimat (di atas kebenaran), juga menghilangkan perpecahan dan perselisihan.</p>
<p><strong>[Kelima: Memberi nasehat kepada setiap muslim karena agama adalah nasehat]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah pun punya prinsip untuk memberi nasehat kepada setiap muslim serta saling tolong menolong terhadap sesama dalam kebaikan dan takwa. Hal ini karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl">« الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا لِمَنْ قَالَ « لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ ».</p>
<p>“<em>Agama adalah nasehat. Kami berkata, “Kepada siapa?” Beliau menjawab, “Kepada Allah, kepada kitab-Nya, kepada Rasul-Nya dan kepada pemimpin kaum muslimin serta kaum muslimin secara umum.</em>” (HR. Muslim no. 55)</p>
<p><strong>[Keenam: Bersama pemerintah kaum muslimin dalam beragama]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah juga menjaga tegaknya syari’at Islam dengan menegakkan shalat Jum’at, shalat Jama’ah, menunaikan haji, berjihad dan berhari raya bersama pemimpin kaum muslimin baik yang taat pada Allah dan yang fasik. Prinsip ini jauh berbeda dengan prinsip ahlu bid’ah.</p>
<p><strong>[Ketujuh: Bersegera melaksanakan shalat wajib dan khusyu di dalamnya]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah punya prinsip untuk bersegera menunaikan shalat wajib, mereka semangat menegakkan shalat wajib tersebut di awal waktu bersama jama’ah. Shalat di awal waktu itu lebih utama daripada shalat di akhir waktu kecuali untuk shalat Isya. Ahlus Sunnah pun memerintahkan untuk khusyu’ dan thuma’ninah (bersikap tenang) dalam shalat. Mereka mengamalkan firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p dir="rtl">قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2)</p>
<p>“<em>Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam shalatnya.</em>” (QS. Al Mu’minun: 1-2)</p>
<p><strong>[Kedelepan: Semangat melaksanakan qiyamul lail]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah saling menyemangati (menasehati) untuk menegakkan qiyamul lail (shalat malam) karena amalan ini adalah di antara petunjuk Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </em>Shalat ini pun yang diperintahkan oleh Allah kepada Nabinya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>dan beliau pun bersemangat untuk taat kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, ia menceritakan bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> biasa menunaikan shalat malam. Sampai kakinya pun terlihat memerah (pecah-pecah). ‘Aisyah mengatakan, “Kenapa engkau melakukan seperti ini wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan akan datang?”. Beliau lantas mengatakan,</p>
<p>أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا</p>
<p>“(<em>Pantaskah aku meninggalkan tahajjudku?) Jika aku meninggalkannya, maka aku bukanlah hamba yang bersyukur.</em>” (HR. Bukhari no. 4837)</p>
<p><strong>[Kesembilan: Tegar menghadapi ujian]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah tetap teguh ketika mereka mendapatkan ujian, yaitu bersabar dalam menghadapi musibah. Mereka pun bersyukur ketika mendapatkan kelapangan. Mereka ridho dengan takdir yang terasa pahit. Mereka senantiasa mengingat firman Allah Ta’ala,</p>
<p>إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas</em>.” (QS. Az Zumar: 10).</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p>إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya ujian yang berat akan mendapatkan pahala (balasan) yang besar pula. Sesungguhnya Allah jika ia mencintai suatu kaum, pasti Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho, maka Allah pun ridho padanya. Barangsiapa yang murka, maka Allah pun murka padanya.</em>” (HR. Tirmidzi no. 2396, <strong><em>hasan shahih</em></strong>)</p>
<p><strong>[Kesepuluh: Tidak mengharap-harap datangnya musibah]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah tidaklah mengharap-harap datangnya musibah. Mereka pun tidak meminta pada Allah agar didatangkan musibah. Karena mereka tidak tahu, apakah nantinya mereka termasuk orang-orang yang bersabar ataukah tidak. Akan tetapi, jika musibah tersebut datang, mereka akan bersabar. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl">لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ ، وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا</p>
<p>“<em>Janganlah kalianmengharapkan bertemu dengan musuh tapi mintalah kepada Allah keselamatan. Dan bila kalian telah berjumpa dengan musuh bersabarlah.</em>” (HR. Bukhari no. 2966 dan Muslim no. 1742)</p>
<p><strong>[</strong><strong>Kesebelas</strong><strong>: Tidak berputus asa dari pertolongan Allah ketika menghadapi cobaan]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak berputus asa dari rahmat Allah ketika mereka mendapati cobaan. Karena Allah <em>Ta’ala</em> melarang seseorang untuk berputus asa. Akan tetapi pada saat tertimpa musibah, mereka terus berusaha untuk mencari jalan keluar dan pertolongan Allah yang pasti datang. Mereka tahu bahwa di balik kesulitan ada kemudahan yang begitu dekat. Mereka pun senantiasa introspeksi diri, merenungkan mengapa musibah tersebut bisa terjadi. Mereka senantiasa yakin bahwa berbagai musibah itu datang hanyalah karena sebab kelakuan jelek dari tangan-tangan mereka (yaitu karena maksiat yang mereka perbuat). Mereka tahu bahwa pertolongan bisa jadi tertunda (diakhirkan) karena sebab maksiat yang dilakukan atau mungkin karena ada kekurangan dalam mengikuti petunjuk Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Karena Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ</p>
<p>“<em>Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.”</em> (QS. Asy Syura: 30).</p>
<p>Ahlus Sunnah tidak bersandar pada sebab-sebab yang baru muncul, kejadian duniawi atau bersandar pada peristiwa-peristiwa alam ketika mendapat ujian dan menanti datangnya pertolongan. Mereka tidak begitu tersibukkan dengan memikirkan sebab-sebab tadi. Mereka sudah memandang sebelumnya <strong>bahwa takwa kepada Allah <em>Ta’ala</em>, memohon ampun (istighfar) dari segala macam dosa dan bersandar pada Allah serta bersyukur ketika lapang</strong> adalah sebab terpenting untuk keluar segera mendapatkan kelapangan dari kesempitan yang ada.</p>
<p><strong>[</strong><strong>Keduabelas</strong><strong>: Tidak kufur nikmat]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah begitu khawatir dengan akibat dari kufur dan pengingkaran terhadap nikmat. Oleh karena itu, Ahlus Sunnah adalah orang yang begitu semangat untuk bersyukur pada Allah. Mereka senatiasa bersyukur atas segala nikmat, yang kecil atau pun yang besar. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl">انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ</p>
<p>“<em>Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu</em>.” (HR. Muslim no. 2963)</p>
<p><strong>[</strong><strong>Ketigabelas</strong><strong>: Selalu menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia]</strong></p>
<p>Ahlus Sunnah selalu menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia dan baik. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا</p>
<p>“<em>Orang mukmin yang sempurna imannya adalah yang baik akhlaqnya.</em>” (HR. Tirmidzi no. 1162, Abu Daud no. 4682 dan Ad Darimi no. 2792, <strong><em>hasan shahih</em></strong>)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>juga bersabda,</p>
<p>إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَىَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang bagus akhlaqnya.</em>” (HR. Tirmidzi no. 2018, <strong><em>shahih</em></strong>)</p>
<p>إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan ahli puasa dan shalat dengan ahlak baiknya.</em>” (HR. Abu Daud no. 4798, <strong><em>shahih</em></strong>)</p>
<p>مَا مِنْ شَىْءٍ يُوضَعُ فِى الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ</p>
<p>“<em>Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan daripada akhlak yang baik, dan sesungguhnya orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat.</em>” (HR. Tirmidzi no. 2003, <strong><em>shahih</em></strong>)</p>
<p>Semoga yang singkat ini bermanfaat.</p>
<p><strong><br />
Referensi</strong>: <strong><em>Min Akhlaq Salafish Sholih</em></strong>, ‘Abdullah bin ‘Abdul Hamid Al Atsari, Dar Ibnu Khuzaimah.</p>
<p>(rumaisyo.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=75&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/13-akhlak-utama-salafush-shalih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedekah &amp; berinfak setiap hari semampu kita&#8230;Mungkinkah???</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/sedekah-berinfak-setiap-hari-semampu-kita-mungkinkah/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/sedekah-berinfak-setiap-hari-semampu-kita-mungkinkah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 14:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[“Setiap pagi ada dua Malaikat yang datang kepada seseorang, dimana yang satu berdoa: “Wahai Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya”, dan malaikat yang lain berdoa “Wahai Allah, binasakanlah harta orang yang kikir” (HR Bukhori, Muslim) “Sesungguhnya sedekah itu dapat menangkal tujuh puluh macam bala’ (musibah). Karenanya perbanyaklah sedekah, baik dengan cara sembunyi ataupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=72&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Setiap pagi ada dua Malaikat yang datang kepada seseorang, dimana yang satu berdoa: “Wahai Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya”, dan malaikat yang lain berdoa “Wahai Allah, binasakanlah harta orang yang kikir” </strong>(HR Bukhori, Muslim)</p>
<p>“Sesungguhnya sedekah itu dapat menangkal tujuh puluh macam bala’ (musibah). Karenanya perbanyaklah sedekah, baik dengan cara sembunyi ataupun terang – terangan, maka kamu pasti akan diberi pahala, ditolong dan rizkinya dicukupkan (oleh Allah SWT)”. (Hadist Rasulallah SAW, Riwayat Imam Muslim)<span id="more-72"></span></p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p><em>Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah</em> ”. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>penjelasan hadits ini.</p>
<p><strong>Makna <em>Sulama</em></strong></p>
<p>(سُلاَمَى) bermakna <em>persendian</em>. Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah <em>tulang</em>.</p>
<p>Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan bahwa (سُلاَمَى) adalah <em>persendian dan anggota badan.</em></p>
<p>Dinukil oleh Ibnu Daqiq Al ‘Ied bahwa Al Qadhi ‘Iyadh (seorang ulama besar Syafi’iyyah) berkata, “Pada asalnya kata (سُلاَمَى) bermakna <em>tulang telapak tangan, tulang jari-jari dan tulang kaki</em>. Kemudian kata tersebut digunakan untuk <em>tulang lainnya dan juga persendian</em>”.</p>
<p>Terdapat hadits dalam shohih Muslim bahwa tubuh kita ini memiliki 360 persendian. Di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ</p>
<p>“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan memiliki 360 persendian.” (HR. Muslim no. 2377)</p>
<p>setiap hari diwajibkan bagi anggota tubuh kita untuk bersedekah. Yaitu diwajibkan bagi setiap persendian kita untuk bersedekah. Maka dalam setiap minggu berarti ada 360 x 7 = 2520 sedekah.</p>
<p>Faedah dari hadits ini menunjukkan</p>
<p><strong>setiap orang wajib bersedekah dengan setiap anggota badannya pada setiap harinya mulai dari matahari terbit</strong>. Karena perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (عَلَيْهِ صَدَقَةٌ) menunjukkan <strong>wajibnya</strong>. Bentuk dari hal ini adalah setiap orang harus bersyukur kepada Allah setiap paginya atas keselamatan pada dirinya baik keselamatan pada tangannya, kakinya, dan anggota tubuh lainnya. Maka dia bersyukur kepada Allah karena nikmat ini.</p>
<p><strong>Kalau ada yang mengatakan hal seperti ini sulit dilakukan karena setiap anggota badan harus dihitung untuk bersedekah?</strong></p>
<p><strong>Jawabannya </strong>: Nabi telah memberikan ganti untuk hal tersebut yaitu untuk mengganti 360 sedekah dari persendian yang ada. <strong>Penggantinya adalah dengan mengerjakan shalat sunnah Dhuha sebanyak 2 raka’at</strong>.</p>
<p>Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>« يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى »</p>
<p>“Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. <strong>Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at</strong>.” (HR. Muslim no. 1704)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pun menyemangati sahabat Bilal bin Robbah <em>radhiyallahu ‘anhu </em>untuk berinfak dan beliau katakan jangan khawatir miskin. Beliau bersabda,</p>
<p>أَنْفِقْ بِلاَل ! وَ لاَ تَخْشَ مِنْ ذِيْ العَرْشِ إِقْلاَلاً</p>
<p>“Berinfaklah wahai Bilal! Janganlah takut hartamu itu berkurang karena ada Allah yang memiliki ‘Arsy (Yang Maha Mencukupi).” (HR. Al Bazzar dan Ath Thobroni dalam Al Kabir. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>. Lihat <em>Shahihul Jaami’</em> no. 1512)</p>
<p>Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan sendiri bahwa harta tidaklah mungkin berkurang dengan sedekah. Beliau bersabda,</p>
<p>مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ</p>
<p>“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah)</p>
<p>Makna hadits di atas sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi <em>rahimahullah </em>ada dua penafsiran:</p>
<p>[1] Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Ini bisa dirasakan secara inderawi dan lama-kelamaan terbiasa merasakannya.</p>
<p>[2] Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak.</p>
<p>[3] dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda padaku,</p>
<p>لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ</p>
<p>“<em>Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu</em>.” Dalam riwayat lain disebutkan,</p>
<p>أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ</p>
<p>“<em>Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut<strong> </strong></em></p>
<p>[4]. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari no. 1433 dan Muslim no. 1029, 88)</p>
<p>Ibnu Baththol <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Janganlah engkau menyimpan-nyimpan harta tanpa mensedekahkannya (menzakatkannya). Janganlah engkau enggan bersedekah (membayar zakat) karena takut hartamu berkurang. Jika seperti ini, Allah akan menahan rizki untukmu sebagaimana Allah menahan rizki untuk para peminta-minta.”</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</p>
<p>“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آَتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آَتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا</p>
<p>“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)</p>
<p>Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Sahal ra menuturkan tentang Nabi Muhammad SAW.  Suatu ketika Rasulullah SAW pernah mengenakan pakaian yang terbuat dari kain wool berwarna hitam dipadu warna putih di bagian sisi-sisinya.  Lalu, beliau pun keluar menuju para sahabat seraya berkata: ”Wahai sahabatku, betapa bagusnya kain ini!” Seorang Arab Badui datang menghampiri beliau sambil menyatakan, ”Hadiahkanlah kain itu kepadaku, wahai Rasulullah.”  Seperti diketahui, beliau tidak pernah menolak permintaan seseorang.  Tidaklah mengherankan bila kekasih Allah SWT itu segera menjawab, ”Ya, ambillah.”  Kemudian jubah yang beliau sukai itupun diberikannya kepada lelaki Arab tadi.  Beliau lantas meminta baju biasa untuk dikenakan.  Setelah itu beliau menyulam baju sebagaimana kain yang dikenakannya tadi.  Rasulullah pun wafat dengan mengenakan baju yang disulam tersebut (Kanzul Ummal, Juz IV, halaman 42).</p>
<p>Suatu waktu Nabi Muhammad SAW mengirim utusan kepada Utsman bin Affan agar ia dapat membantu pasukan al-&#8217;usrah.  Tanpa berpikir dua kali, Utsman menyerahkan uang senilai sepuluh ribu dinar melalui utusan tersebut.  Saat Rasulullah Muhammad SAW menerima dana tersebut, beliau mendoakan Utsman: ”Semoga Allah mengampunimu, wahai Utsman, baik kesalahan-kesalahanmu yang dirahasiakan, yang tersembunyi maupun yang nampak terlihat.  Semoga ampunan itu terus hingga hari Kiamat.  Tidak ada perbuatan yang lebih baik lagi dari ini setelahnya” (Diriwayatkan oleh Ibnu &#8216;Adi, Daruquthni, Abu Nu&#8217;aim, dan Ibnu Asakir; al-Muntakhab, Juz V, halaman 12).</p>
<p>Pada masa kini, jumlah sepuluh ribu dinar kira-kira setara dengan 42,5 kilogram emas.  Bila harga 1 gram emas Rp 200.000 berarti Utsman menginfakkan hartanya untuk Islam sebesar Rp 8,5 milyar.  Dana sebesar itu tanpa perlu pikir-pikir dahulu.</p>
<p>Pernah Ibnu Umar sakit.  Ia ingin sekali makan anggur.  Dibelikanlah ia setandan anggur seharga satu dirham (sekitar 112 dinar atau Rp17.000).  Namun, datanglah seorang miskin mengemis.  Apa yang beliau lakukan?  Beliau memerintahkan agar anggur itu diberikan kepada orang miskin tadi.  Hal ini berulang hingga tiga atau empat kali.  Hingga akhirnya Ibnu Umar pun makan anggur (al-Hilyah, Juz I, halaman 297; al-Ishabah, Juz II, halaman 248).  Sungguh mulia pemandangan ini.  Harta yang diinfakkan bukan berarti harus selalu besar.  Siapapun dapat melakukannya.</p>
<p>Rupanya, para sahabat banyak yang secara sengaja menyisihkan dari penghasilannya untuk bersedekah berinfak.</p>
<p>Ibnu Sa&#8217;ad menceritakan dari Nu&#8217;man bin Humaid ra yang berkata: ”Aku bersama dengan pamanku pernah berkunjung ke rumah Salman al-Farisi di daerah Madain.  Ia menganyam daun kurma”.  Salman pun menjelaskan, ”Aku membeli daun kurma seharga satu dirham.  Lalu, aku anyam dan kujual seharga tiga dirham.  Satu dirham untuk modal, satu dirham untuk keluargaku, dan satu dirham sisanya untuk aku sedekahkan.  Andai saja Umar bin Khathab ra melarangku untuk melakukan ini, niscaya aku tidak akan berhenti melakukannya” (Ibnu Sa&#8217;ad, Juz IV, halaman 64).</p>
<p>Sudahkah kita meniru sahabat Nabi Salman al-Farisi?</p>
<p>Dalam sebuah riwayat yang diceritakan oleh Abu Mas&#8217;ud Al-Anshari</p>
<p>“Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dengan menuntun seekor unta yang dilubangi hidungnya Kemudian ia berkata ‘Unta ini saya pergunakan untuk berperang di jalan Allah wahai Rasulullah&#8217; Kemudian Rasulullah SAW bersabda ‘Kamu akan mendapatkan tujuh ratus unta semisal itu pada hari kiamat semua dilubangi hidungnya&#8217; (HR Muslim)</p>
<p>Rasulullah SAW bahkan berwasiat khusus kepada kaum wanita Saat bertemu dengan Asma&#8217; Rasulullah SAW bersabda “Berinfaklah dan janganlah kamu menghitung-hitung hartamu karena Allah juga akan menghitung-hitung rezeki-Nya untukmu. Dan janganlah engkau bakhil dengan hartamu karena Allah juga akan bakhil kepadamu” (HR Bukhari)</p>
<p>Pada kesempatan lain saat usai shalat Idul Adha di sebuah tanah lapang Rasulullah SAW berseru</p>
<p>“Wahai manusia bersedekahlah kalian!” Kemudian beliau menuju ke tempat para wanita dan bersabda “Wahai para wanita bersedekahlah kalian semua karena aku telah melihat banyak penghuni neraka adalah dari golongan kalian” Mereka berkata “Ya Rasulullah mengapa hal itu bisa terjadi? ”Rasulullah SAW menjawab “sebab kalian sering melaknat dan mengingkari pemberian suami Aku tidak pernah melihat golongan yang lemah akal dan agamanya namun dapat menghilangkan kejernihan akal seorang lelaki yang teguh selain dari kalian wahai para wanita” Setelah mendengar anjuran tersebut para wanita itu segera melepas anting-anting dan cincin mereka Para shahabiyah itu bersegera menunaikan anjuran Rasulullah SAW yaitu bersedekah</p>
<p>Kemudian Rasulullah SAW pun pergi</p>
<p>Sesampai di rumah datanglah Zainab istri Abdullah bin Mas&#8217;ud Ia meminta izin untuk bertemu Salah seorang istri beliau pun berkata “Wahai Rasulullah ini ada Zainab” Kemudian Rasulullah SAW bertanya “Zainab siapa?” “Zainab istri Abdullah bin Mas&#8217;ud” jawab istri beliau Rasulullah SAW berkata “Izinkan ia masuk” Setelah masuk Zainab berkata “Wahai Nabi Allah hari ini Engkau telah menyuruh kami untuk bersedekah dan aku mempunyai perhiasan yang ingin aku sedekahkan namun Ibnu Mas&#8217;ud beranggapan bahwa ia dan anak-anaknya yang lebih berhak menerima sedekahku” Rasulullah SAW bersabda “Ibnu Mas&#8217;ud benar Suamimu dan anak-anakmu adalah orang-orang yang paling berhak menerima sedekahmu” (Hadist Riwayat Tirmidzi)</p>
<p>Selain bentuk-bentuk di atas yang digambarkan Rasulullah SAW yang dikategorikan sebagai shadaqah masih terdapat nash-nash hadits lainnya yang menggambarkan bahwa hal tersebut merupakan shadaqah secara umum di antaranya adalah:</p>
<p><strong>1. Tasbih Tahlil dan Tahmid</strong></p>
<p>Rasulullah SAW menggambarkan bahwa setiap tasbih tahlil dan tahmid adalah shadaqah Oleh karenanya mereka ‘diminta&#8217; untuk memperbanyak tasbih tahlil dan tahmid atau bahkan dzikir-dzikir lainnya Karena semua dzikir tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT Dalam riwayat lain digambarkan:</p>
<p>Dari Aisyah ra bahwasanya Rasulullah SAW berkata “Bahwasanya diciptakan dari setiap anak cucu Adam tiga ratus enam puluh persendian Maka barang siapa yang bertakbir bertahmid bertasbih beristighfar menyingkirkan batu duri atau tulang dari jalan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar maka akan dihitung sejumlah tiga ratus enam puluh persendian Dan ia sedang berjalan pada hari itu sedangkan ia dibebaskan dirinya dari api neraka” (Hadist Riwayat Muslim)</p>
<p><strong>2. Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar</strong></p>
<p>Rasulullah SAW menjelaskan bahwa amar ma&#8217;ruf nahi mungkar juga merupakan shadaqah Karena untuk merealisasikan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar seseorang perlu mengeluarkan tenaga pikiran waktu serta perasaannya Dan semua hal tersebut terhitung sebagai shadaqah Bahkan jika dicermati secara mendalam umat ini mendapat julukan ‘khairu ummah&#8217; karena memiliki misi amar ma&#8217;ruf nahi mungkar Dalam sebuah ayat-Nya Allah SWT berfirman: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah Sekiranya Ahli Kitab beriman tentulah itu lebih baik bagi mereka di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” [QS Ali Imran: 110]</p>
<p><strong>3. Bekerja dan untuk membantu nafkah bagi keluarga</strong></p>
<p>Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits: Dari Al-Miqdan bin Ma&#8217;dikarib Al-Zubaidi ra dari Rasulullah SAW berkata “Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri keluarga anak dan pembantunya melainkan akan menjadi shadaqah” (Hadist Riwayat Ibnu Majah)</p>
<p><strong>4. Membantu urusan orang lain</strong></p>
<p>Dari Abdillah bin Qais bin Salim Al-Madani dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda “Setiap muslim harus bershadaqah” Salah seorang sahabat bertanya “Bagaimana pendapatmu wahai Rasulullah jika ia tidak mendapatkan harta yang dapat disedekahkan?” Rasulullah SAW bersabda “Bekerja dengan tangannya sendiri kemudian ia memanfaatkannya untuk dirinya dan bersedekah” Salah seorang sahabat bertanya “Bagaimana jika ia tidak mampu wahai Rasulullah SAW?” Beliau bersabda “Menolong orang yang membutuhkan lagi teranaiaya” Salah seorang sahabat bertanya “Bagaimana jika ia tidak mampu wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab “Mengajak pada yang ma&#8217;ruf atau kebaikan” Salah seorang sahabat bertanya “Bagaimana jika ia tidak mampu wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab “Menahan diri dari perbuatan buruk itu merupakan shadaqah” (HR Muslim)</p>
<p><strong>5. Mendamaikan dua orang yang berselisih</strong></p>
<p>Dalam sebuah hadits digambarkan oleh Rasulullah SAW: Dari Abu Hurairah ra berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Setiap ruas-ruas persendian setiap insan adalah shadaqah Setiap hari di mana matahari terbit adalah shadaqah mengishlah di antara manusia yang berselisih adalah shadaqah” (HR Bukhari)</p>
<p><strong>6. Menjenguk orang sakit</strong></p>
<p>Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Ubaidah bin Jarrah ra berkata Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang menginfakkan kelebihan hartanya di jalan Allah SWT maka Allah akan melipatgandakannya dengan tujuh ratus kali lipat Dan barangsiapa yang berinfak untuk dirinya dan keluarganya atau menjenguk orang sakit atau menyingkirkan duri maka mendapatkan kebaikan dan kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya Puasa itu tameng selama ia tidak merusaknya Dan barangsiapa yang Allah uji dengan satu ujian pada fisiknya maka itu akan menjadi penggugur dosa-dosanya” (HR Ahmad)</p>
<p><strong>7. Berwajah manis atau memberikan senyuman</strong></p>
<p>Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Dzar ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Janganlah kalian menganggap remeh satu kebaikan pun Jika ia tidak mendapatkannya maka hendaklah ia ketika menemui saudaranya ia menemuinya dengan wajah ramah dan jika engkau membeli daging atau memasak dengan periukkuali maka perbanyaklah kuahnya dan berikanlah pada tetanggamu dari padanya” (HR Turmudzi)</p>
<p><strong>8. Berlomba-lomba dalam amalan sehari-hari </strong></p>
<p>Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Siapakah di antara kalian yang pagi ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab “Saya wahai Rasulullah” Rasulullah SAW bersabda lagi “Siapakah hari ini yang mengantarkan jenazah orang yang meninggal?” Abu Bakar menjawab “Saya wahai Rasulullah” Rasulullah SAW bertanya “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberikan makan pada orang miskin?” Abu Bakar menjawab “Saya wahai Rasulullah” Rasulullah SAW bertanya kembali “Siapakah di antara kalian yang hari ini telah menengok orang sakit?” Abu Bakar menjawab “Saya wahai Rasulullah” Kemudian Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah semua amal di atas terkumpul dalam diri seseorang melainkan ia akan masuk surga” (HR. Bukhari)</p>
<p>(Sumber: <a rel="nofollow" href="http://www.dakwatuna.com/" target="_blank"><span style="color:#3b5998;">www.dakwatuna.com</span></a>)</p>
<p>Thabarani telah mengeluarkan di dalam kitabnya &#8216;Al-Awsath&#8217; dari Qais bin Salk Al-Anshari ra. bahwa saudara-saudaranya telah mengadukan halnya kepada Rasulullah SAW Mereka berkata: Saudara kami Qais suka membuang-buang hartanya, dan terlalu mewah sekali dalam berinfak lalu Qais datang kepada Rasulullah SAW: wahai Rasulullah! Aku mengambil bagianku dari korma dan berinfak untuk orang-orang yang keluar berjihad fi sabilillah, dan kepada siapa yang mengikutiku. Mendengar itu, Rasulullah SAW pun menepuk dadanya seraya berkata: Infakkanlah harta di jalan Allah, niscaya Allah akan menginfakkan gantinya &#8211; disebutkan sampai tiga kali. Pada lain waktu, aku keluar berjihad fi sabilillah dan aku sudah mempunyai kendaraan sendiri, dan aku orang yang paling banyak harta dan yang terkaya di antara kaum keluargaku pada hari ini. (At-Targhib Wat-Tarhib 2:172)</p>
<p>Abu Daud, lbnu Hibban telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa seorang lelaki berkata kepada Rasulullah SAW Ada seorang yang ingin berjihad, tetapi niatnya hendakkan harta dunia, bagaimana? Jawab beliau: Tidak ada pahala sama sekali! Ramai orang memandang berat jawaban beliau itu, Ialu mereka kembali kepada orang yang bertanya itu seraya memintanya bertanya sekali lagi, barangkaii dia salah dengar jawabannya, ataupun dia tidak faham maksud dari jawaban beliau itu. Maka orang itu kembali lagi kepada Rasulullah SAW Ialu bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan orang yang berjihad fl sabilillah, padahal niatnya hendakkan dunia? jawab beliau masih sama: Tidak ada pahalanya sama sekali! Mendengar jawaban yang kedua, orang ramai masih belum puas hati, lalu memintanya supaya bertanya untuk terakhir kalinya. Maka jawaban beliau masih tetap itu juga, yakni tidak ada pahalanya sama sekali.</p>
<p>(At-Targhib Wat-Tarhib 2:419)</p>
<p>Abu Daud dan Nasa&#8217;i meriwayatkan dari Abu Umamah ra. dia berkata: Telah datang seorang lelaki kepada Rasulullah SAW lalu bertanya: Apa katamu terhadap seorang lelaki yang berjihad fi sabilillah kerana inginkan pahala dan pujian, bagaimana keadaannya? Jawab beliau: Sia-sia saja jihadnya. Orang itu mengulangi lagi sampai tiga kali, dan setiap kali ditanya, tetap dijawab oleh beliau: Sia-sia saja jihadnya, kerana Allah tiada akan menerima sesuatu amal melainkan yang dibuat dengan penuh ikhlas kepadanya, dan mengharapkan keridhaannya! (At-Targhib Wat-Tarhib 2:421)</p>
<p>Sejarah indah melukis kekayaan seorang Utsman. Ketika semua sibuk berperang, beliau menawarkan jiwa dan hartanya untuk Jihad Islam. Panggilan jihad berkumandang, Utsman angkat bicara “ Ya Rasulullah, aku sumbangkan hartaku demi menjawab panggilan jihad Allah SWT”. Tak ada kamus rugi berniaga dengan Allah dalam kamus seorang Utsman. Tidak mengherankan Rasulullah saw menempatkan Utsman ra sebagai kalangan ahli surga. Semoga kita dapat meneladani kisah sahabat yang berjuang dengan hartanya. Dan semoga Allah menjadikan harta kita sebagai teman dan jalan mencapai kenikmatan surga.</p>
<p><strong>PARA</strong> sahabat Nabi Saw sudah memberi teladan sangat baik dalam hal infak. Mereka berlomba-lomba menginfakkan harta demi pendanaan operasional dakwah dan jihad fi sabilillah.</p>
<p>Para sahabat Nabi yang kaya raya itu, seperti ungkapan Umar bin Khattab: ”menyimpan hartanya di tangan, bukan di hati. Mereka pun tidak menjadi budak harta, tetapi menjadikan harta itu sebagai sarana amal saleh –menginfakkannya di jalan Allah Swt.</p>
<p>Bagi para sahabat Nabi, berinfak adalah ”hobi”. Sebuah hobi sulit ditinggalkan. Abu Bakar pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk membantu dana jihad; Umar bin Khattab menginfakkan separuh hartanya.</p>
<p>“Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi, Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan” (QS. Al-Lail: 17-21).</p>
<p>Rasulullah Saw memberikan motivasi dengan menggambarkan betapa besar pahala infak fi sabilillah. Gemar berinfak, dengan demikian, harus digalakkan di kalangan umat, khususnya umat Islam golongan kaya (aghniya), agar ”tidak pelit” untuk mendanai dakwah dan jihad fi sabilillah, demi tegaknya syiar Islam dan martabat kaum Muslimin.</p>
<p>Di sisi lain, motivasi gemar berinfak juga mendorong umat Islam untuk bekerja mencari nafkah atau rezeki yang halal, bahkan menjadi kaya-raya, agar mampu berinfak fi sabilillah.</p>
<p><strong>PAHALA </strong>infak sangat besar. Imam Muslim mengeluarkan hadits dari Abu Mas’ud Al-Anshari ra. Dia berkata,</p>
<p>suatu ketika seorang lelaki datang kepada Nabi Saw dengam menarik seekor unta yang terikat tali di hidungnya, lalu menyerahkannya kepada beliau. Katanya: “Ini untuk sabilillah!” Maka berkata Rasulullah Saw: “Gantinya nanti di hari kiamat 700 ekor unta, semuanya dengan bertali di hidungnya” (HR. Muslim).</p>
<p>Imam Ahmad mengeluarkan dari Abdullah bin As-Shamit, dia berkata: pernah pada suatu ketika, aku berjihad (berperang) bersama-sama Abu Dzar ra. Maka setelah dibagi-bagi ghanimah (harta rampasan perang), dia mendapat bagiannya termasuk seorang jariah. Lalu dia pun membeli segala keperluannya, dan masih ada lagi banyak yang tersisa. Lalu dia menyuruh jariah tadi menukarkannya dengan mata uang untuk dibagi-bagikan kepada semua orang yang memerlukannya. Aku berkata kepada Abu Dzar: “Biarlah jariah itu menahan dulu uang itu untuk keperluan di lain hari, ataupun mana tahu jika datang tamu, maka Engkau tentu memerlukannya?” Abu Dzar menjawab: “Temanku (Rasulullah Saw) sudah membuat perjanjian kepadaku, bahwa apa saja emas atau perak yang disimpan, maka itu sama dengan gumpalan api neraka disimpan oleh tuannya, sehingga diinfakkan semuanya di jalan Allah Azzawajalla.</p>
<p>Dalam riwayat Ahmad dan Thabarani yang lain, siapa yang menyimpan emas atau perak, dan tidak diinfakkannya pada jalan Allah, maka semuanya akan menjadi gumpalan-gumpalan api kelak di hari kiamat, dan akan disetrikakan tuannya (pemiliknya) dengan gumpalan-gumpalan api itu (<em>At-Targhib Wat-Tarhib</em>).</p>
<p>Thabarani telah mengeluarkan di dalam kitabnya ‘Al-Awsath’ dari Qais bin Salk Al-Anshari ra., bahwa saudara-saudaranya telah mengadukan halnya kepada Rasulullah Saw. Mereka berkata: ”Saudara kami Qais suka membuang-buang hartanya, dan terlalu mewah sekali dalam berinfak”. Lalu Qais datang kepada Rasulullah Saw: ”Wahai Rasulullah! Aku mengambil bagianku dari korma dan berinfak untuk orang-orang yang keluar berjihad fi sabilillah, dan kepada siapa yang mengikutiku.” Mendengar hal itu, Rasulullah pun menepuk dadanya seraya berkata secara berulang (tiga kali): ”Infakkanlah harta di jalan Allah, niscaya Allah akan menginfakkan gantinya.” Pada lain waktu, aku keluar berjihad fi sabilillah dan aku sudah mempunyai kendaraan sendiri, dan aku orang yang paling banyak harta dan yang terkaya di antara kaum keluargaku pada hari ini.” (<em>At-Targhib Wat-Tarhib</em>) .</p>
<p>Thabarani telah mengeluarkan berita dari Mu’az bin Jabal ra. dia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:</p>
<p>”<em>Sangat beruntung orang yang memperbanyakkan dzikir kepada Allah ketika sedang berjihad fi sabilillah, kerana baginya buat setiap kalimah tujuh puluh ribu hasanah, setiap hasanah darinya sama dengan sepuluh kali ganda apa yang ada di sisinya dari tambahannya</em>.”</p>
<p>Para sahabat bertanya pula: ”Bagaimana pula dengan menginfakkan harta fi sabilillah, ya Rasulullah?” Jawab beliau: ”Menginfakkan harta sama kadarnya dengan yang demikian.”</p>
<p>Al-Qazwini telah mengeluarkan berita dari seorang yang tidak terkenal dan beritanya mursal kepada Nabi SAW dari Al-Hasan, dari Ahmad, Abu Dardak, Abu Hurairah, Abu Umamah Abdullah bin Amru,jabir dan lmran bin Hushain-radhiallahu-anhum marfuk kepada Nabi SAW bahwa beliau telah berkata:</p>
<p>”Barangsiapa yang mengeluarkan hartanya fi sabilillah, dan dia duduk di rumahnya, maka baginya pahala bagi setiap dirham 700 dirham. Dan barangsiapa berperang serta bernafkah sekaligus fi sabilillah, maka baginya buat setiap dirham 700,000 dirham.” Kemudian beliau membaca firman Allah yang bermaksud: ”Dan Allah menggandakan pahalanya kepada siapa yang disukainya.”</p>
<p>sejarah sahabat Rasulullah saw bagaimana mereka menginfakkan hartanya. Utsman tak segan berinfak 100 ekor unta. Abu Bakar ra mengambil keputusan “berani”. Beliau menyerahkan semua hartanya kepada Rasulullah. Saking herannya, Rasulullah menanyakan “Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?”. Beliau menjawab “ Allah dan Rasulnya”. Umar sendiri tak ketinggalan menyerahkan sebagian harta demi kepentingan jihad fisabilillah.</p>
<p>Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah, dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik “ ( QS al-Baqarah (2) : 195)</p>
<p>Seorang da’i memotret harta dalam sebuah ungkapan indah <strong>“Jangan engkau meletakkan harta di hatimu, tapi letakkan harta di tanganmu”.</strong></p>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><img class="img" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/165613_492065041267_301729376267_6632169_3719059_n.jpg" alt="" /></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=72&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/sedekah-berinfak-setiap-hari-semampu-kita-mungkinkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/165613_492065041267_301729376267_6632169_3719059_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dunia..oh&#8230;dunia&#8230;</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/dunia-oh-dunia/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/dunia-oh-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 14:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa sallam bersabda, “Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA ( akhirat = LAUT) ” (HR Muslim). Dikisahkan, Orangtua yang Materialistis pernah berkata Kepada sang buah hatinya: &#8220;Nak, cepat besar yaa sayaang. Semoga kelak dewasa kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=68&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa sallam bersabda, <em>“Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA ( akhirat = LAUT) ”</em> (HR Muslim).</p>
<p><strong>D</strong>ikisahkan, Orangtua yang Materialistis pernah berkata Kepada sang buah hatinya:</p>
<p>&#8220;Nak, cepat besar yaa sayaang. Semoga kelak dewasa kamu dapat menjadi seorang yang sukses, kaya raya dan dapat membanggakan Ayah dan Ibumu nanti&#8221;<span id="more-68"></span></p>
<p>&#8221; Nak, Kalau kamu memilih Calon pendamping kelak, Carilah seseorang yang Kaya raya, Mapan. Agar kamu tidak hidup susah kelak nanti yaa&#8221;</p>
<p>&#8220;Nak, Sekolah dan pendidikan itu Penting..Kamu harus Sekolah disini dan nanti kalau kamu sudah selesai pendidikan di sekolah. Kamu harus kuliah diluar negeri. Biar kelak kamu dapat menjadi orang yang sukses, berhasil dan membanggakan papa dan mama mu yach&#8221;</p>
<p>&#8220;Nak, coba kamu dekati si fulan itu, Dia orang yang cerdas, kaya raya, mapan dan usianya masih muda lho&#8221;. Tapi, Ma??</p>
<p>sst..udah, nanti mama kenalin dech sama kamu nak. Kebetulan ibunya satu arisan sama mama. Kamu diam aja nak. Ikuti perintah mama aja (titik).&#8221;</p>
<p>Kamu adalah anak kebanggan papa. Kamu harus berhasil melampaui kesuksesan Papa. Kamu harus kenal dan papa jodohin kamu dengan anak rekan bisnis papa. Biar kamu mendapat kebahagiaan nak.</p>
<p>Sang anak pun berkata: Tapi, Pa??</p>
<p>sang ayah pun kembali berkata: sstt..sudah diam kamu Nak. ikuti saja kata papa. Kamu belum tau apa-apa dan belum memiliki pengalaman tentang kehidupan..dengar kata papa saja. sudah (titik).&#8221;</p>
<p>&#8212;&gt; Lho, Kok tak ada tinjauan dari sisi Rohani (Agama, Akhlak,keturunan,budi pekerti yang baik, Rasa Cinta Karena Anugerah dari Alloh dan mencintai karena Alloh) ??</p>
<p>Tidak ada seorang pun yang tidak mengetahui apa itu DUNIA.</p>
<p>Dimana kita Hidup saat sekarang ini ??</p>
<p>Tidak dipungkiri pula tidak sedikit manusia yang cinta-mencintai bahkan diperbudak oleh Duniawi.</p>
<p>Dunia dan keindahannya cukup mempesona umat manusia. Bayangkan, hanya karena masalah duniawi atau materi seseorang dapat melakukan/mengorbankan segala sesuatunya (Harga diri, jiwa&amp;raga) demi eksistensinya maupun kenikmatan duniawi yang sementara ini.</p>
<p>Dunia oh..Dunia..kau Cukup Mempesona.</p>
<p>Jika Kamu tahu..</p>
<p>Sesungguhnya&#8230;</p>
<p>Banyak Seseorang yang mencarimu..</p>
<p>Banyak pula seseorang yang menjadi tujuan hidupmu..</p>
<p>Kata Dunia di dalam Al-Qur&#8217;an terulang sebanyak <strong>115</strong> kali sama dengan kata Akhirat</p>
<p>Memandang Dunia ini&#8230;dengan&#8230;.</p>
<p><em>“ Dunia ini berada dalam genggaman empat tahapan; seorang yang diberi rezki oleh Allah dengan kekayaan dan ilmu, lalu dengan kekayaan itu dia bertaqwa kepada Allah, selanjutnya di ikat tali silahturrahmi dengan masyarakat, kemudian di perhatikannya benar batas-batas hak untuk Allah. Maka disanalah kedudukan sebaik-baiknya.” </em>(HR.Tirmidzi)</p>
<p>“Setiap jiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Ali ‘Imran: 185)</p>
<p>“Perbanyaklah oleh kalian mengingat penghancur kenikmatan dunia.” –Yakni kematian. (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 682)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:</p>
<p>“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau yang sedang numpang lewat.”</p>
<p>Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:</p>
<p>“Jika engkau di sore hari janganlah menunggu pagi (untuk beramal shalih). Jika engkau di pagi hari janganlah menunggu sore hari. Manfaatkanlah kesehatanmu untuk masa sakitmu, manfaatkanlah masa hidupmu (dengan beramal shalih) untuk masa matimu.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Semua pun bercerita tentang dunia:</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa sallam bersabda, <em>“Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA ( akhirat = LAUT) ”</em> (HR Muslim).</p>
<p>Bagi tiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan, dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta-benda. (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Dikisahkan kala Hatim bin Asham kala belajar Ilmu Pengetahuan&amp;Agama terhadap gurunya Syaqiq al-Balkhi selama 30 Tahun, ia menemukan terdapat 8 hal yang ia temukan dalam memandang kehidupan ini. Dari kesemuanya, tampak Seseorang (manusia) amat banyak yang memiliki tujuan hidup dan kecintaannya teramat besar terhadap<strong> DUNIA </strong>semata.</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata: “Apakah kalian tahu siapakah orang-orang yang bangkrut?”. Para sahabat menjawab: “Yang bangkrut itu adalah orang yang tidak punya dirham (uang) dan tidak punya aset”. Maka Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat (menghadap Allah) membawa pahala shalatnya, puasanya dan zakatnya. Dia datang tetapi dia telah mencaci si ini, menuduh berzina si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini dan memukul si ini. Maka diambillah semua kebaikannya, diberikan kepada si ini dan si ini. Jika kebaikannya telah habis sebelum lunas beban keburukannya tersebut, maka diambillah keburukan orang-orang (yang telah disakitinya) tersebut, lalu dibebankan kepadanya, lalu dia dilemparkan ke dalam neraka”. (HR Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Kamu adalah pemimpin yang akan ditanya terhadap kepemimpinanmu itu&#8221;. (HR.Muslim)</p>
<p>Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari kiamat) dari akhlak yang baik. (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas’ud</p>
<p>Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Barangsiapa yang memerhatikan kondisi alam ini, niscaya ia akan mengetahui bahwasanya sebab dari semua kebaikan yang ada di muka bumi ini adalah beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata (tauhidullah) dan taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan sebab dari kerusakan, fitnah, bala`, paceklik, dan kekalahan dari musuh adalah menyelisihi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyeru kepada selain jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.” (Bada`i’ul Fawa`id, 3/17)</p>
<p>Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan&#8230;dan tidak lain hanyalah merupakan kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu sekalian menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada yang dikehendaki-Nya. Dan Allah memiliki karunia yang besar. (QS Al Hadiid: 20-21)</p>
<p>Seorang sahabat datang kepada Nabi Saw dan bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan niscaya aku akan dicintai Allah dan manusia.&#8221; Rasulullah Saw menjawab, &#8220;Hiduplah di dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah, dan jangan tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia.&#8221; (HR. Ibnu Majah).</p>
<p>Hidup adalah sebuah permainan rasa.</p>
<p>Hidup jika diibaratkan dalam perspektif sebuah permainan sepakbola.</p>
<p>Sudah sewajar dan seharusnya setiap pemain sepakbola pastinya akan menunjukkan permainan terbaiknya. Demi Mendapatkan sebuah Kemenangan atau di titik Aman.</p>
<p>Orang bijak pun berkata &#8220;Bermainlah dengan Baik &amp; Benar. Tapi, Ingat!! Jangan Main-main kalau mau Anda Menang!!&#8221;</p>
<p>Andalah  selaku Pemimpin dan aktor dalam kehidupan Dunia..</p>
<p>Apa yang ingin anda lakukan di permainan dunia ini? Mau Menang, Seri (STMJ, Kurang Manfaat, Ada tidak ada Diri anda tidaklah memiliki pengaruh thd lingkungan sekitar anda) / Kalah??</p>
<p>Kalian yang memilih..Kalian pula yang menentukan??</p>
<p>Bersemangatlah untuk meraih apa yg bermanfaat bagimu.Mintalah tolong kepada Allah dan janganlah lemah. Apabila sesuatu memintamu janganlah engkau mengatakan &#8221;andaikan aku mengerjakan begini niscaya akan begini dan begitu&#8221;. Akan tetapi katakanlah, &#8221;Qadarullah wama sya&#8217;a fa&#8217;ala&#8221; (Semua ini takdir Allah, DIA yg mengerjakan apa yg DIA kehendaki). Karena kata &#8216;andaikan&#8217; itu membuka pintu bagi amalan setan (HR.Muslim, Ibnu Majah, Ahmad)</p>
<p>Harta, Tahta dan Wanita bukanlah sesuatu yg hrs ditakuti dan dihindari. Sebab ketiganya sebenarnya adalah sumber-sumber kekuatan. Harta bs menyempurnakan amal, Tahta memberi kekuatan menangkal kemunkaran dan wanita menyempurnakan ibadah dan muamalah. Itulah kunci-kunci dunia, menjadi kekuatan apabila Dunia didalam genggaman, bukan sebagai tujuan. (Quote Ust.Qodrat/YISC Al-Azhar)</p>
<p>Tanda-tanda kebahagiaan:</p>
<p>Tiap bertambah ilmunya bertambah pula rendah hatinya, Tiap bertambah amalnya bertambah pula takutnya kepada Allah, Tiap bertambah umurnya, berangsur kurang cintanya terhadap keduniaan, Tiap bertambah harta kekayaannya bertambah pula pemurahnya, Tiap bertambah pangkat kedudukannya, bertambah dekatnya kepada orang banyak (Ibnu Qayyim)</p>
<p>Jangan bangga dengan pakaian berdasi, karena pakaian terakhir adalah KAIN KAFAN. Jangan bangga dengan mobil dan motor, karena kendaraan kita terakhir adalah KERANDA. Jangan bangga dengan tempat tidur yang empuk, karena tempat tidur terakhir adalah TANAH. Jangan bangga dengan rumah yang mewah, karena rumah terakhir adalah KUBUR. Jangan bangga dengan titel, karena titel kita yang terakhir adalah ALMARHUM/AH.</p>
<p>*****</p>
<p>Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (surah Al An’aam ayat 32).</p>
<p>Yang ada dalam suatu permainan adalah :</p>
<p>1. Pencipta Permainan yaitu Allah SWT</p>
<p>2. Nama Permainan yaitu Menyembah/Berbhakti kepada Allah SWT hal ini sesuai dengan Adz Dzaariyaat ayat 56 yang artinya : Dan tidaklah Allah ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada Nya.</p>
<p>3. Peserta Permainan (Jin dan Manusia)</p>
<p>4. Lawan Permainanan (Setan yang terdiri atas : Setan Berbentuk Jin dan Setan Berbentuk Manusia).</p>
<p>5. Tempat permainan yaitu Dunia yang meliputi Bumi, Langit beserta isinya.</p>
<p>6. Alat permainan yaitu Tubuh kita yang dilengkapi dengan berbagai macam organ/alat beserta indra.</p>
<p>7. Peraturan-Peraturan Permainan yang ditentukan oleh Pencipta Permainan yaitu berupa Ketentuan-Ketentuan atau Hukum-Hukum Allah yang terdiri dari Al Qur’an dan Al Hadits</p>
<p>8. Hakim yang mengatur Permainan dan menilai/menentukan hasil akhir dari Permainan yaitu Allah SWT yang menempatkan malaikat Rakib dan Atid yang diberi tugas untuk mencatat apa yang telah dilakukan manusia.</p>
<p>9. Hasil akhir dari Permainan (Apa yang akan didapat oleh manusia jika memenangkan Permainan dan apa yang akan didapat manusia jika mengalami kekalahan dalam Permainan).</p>
<p>Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): &#8220;Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir&#8221; (QS.Al-Baqarah:286)</p>
<p>Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS.Asy Syuraa:30).</p>
<p>&#8220;Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah nikmat dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.&#8221; (QS. an-Nisaa` 79)</p>
<p>Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS.Al Mu’minuun:71)</p>
<p>Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS.Al-Ankabuut:2)</p>
<p>Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS.Ali Imran:104).</p>
<p>Pesan terakhir yang paling baik adalah kalimat dari manusia terbaik yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Abu Sa’id Al-Khudry rodhiallahu’anhu, dia berkata. ‘Aku memasuki tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau sedang demam. Lalu kuletakkan tanganku di badan beliau. Maka aku merasakan panas di tanganku di atas selimut. Lalu aku berkata. ‘Wahai Rasulullah, alangkah kerasnya sakit ini pada dirimu’. Beliau berkata: ‘Begitulah kami (para nabi). Cobaan dilipatkan kepada kami dan pahala juga ditingkatkan bagi kami’. Aku bertanya. ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya ? Beliau menjawab: ‘Para nabi. Aku bertanya. ‘Wahai Rasulullah, kemudian siapa lagi? Beliau menjawab: ‘Kemudian orang-orang shalih. Sungguh salah seorang di antara mereka diuji dengan kemiskinan, sampai-sampai salah seorang diantara mereka tidak mendapatkan kecuali (tambalan) mantel yang dia himpun. Dan, sungguh salah seorang diantara mereka merasa senang karena cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kamu yang senang karena kemewahan.’ (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim, di shahihkan Adz-Dzahaby)</p>
<p>“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.s. an-Nisa’: 19).</p>
<p>Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh <strong>hidayah</strong>. (HR. Al-Baihaqi)</p>
<p>Rasulullah saw bersabda,”…Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Allah tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit.” (H.R. Bukhari)</p>
<p>Manusia yang paling lemah ialah orang yang tak sanggup cari teman dan yang paling lemah daripada itu ialah orang yang mensia-siakan teman yang telah diperolehinya (Imam Al-Ghazali)</p>
<p>Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut (Saidina Umar bin Al-Khattab)</p>
<p>Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi itu berkarat.”Para sahabat bertanya,”wahai Rasulullah,apakah yg menghilangkannya?”Beliau bersabda,”membaca al-qur’an dan mengingat mati.”(HR.Baihaqi)</p>
<p>Allah telah membuat satu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram,</p>
<p>rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap penjuru, tetapi (penduduknya)</p>
<p>kufur (tidak bersyukur atau tidak bekerja untuk menampakkan) nikmat-nikmat  Allah (yang terpendam).  Oleh karena itu, Allah menjadikan mereka mengenakan pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan oleh</p>
<p>perbuatan (ulah) yang selalu mereka lakukan (QS.An-Nahl [16]: 112).</p>
<p>&#8220;Dan tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman. Katakanlah, &#8216;Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).&#8217;&#8221; (QS. az-Zumar: 52-54)</p>
<p>Dan Tuhanmu berfirman: &#8220;Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina&#8221;.</p>
<p>(QS. Al Mu&#8217;min, 40:60)</p>
<p>Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki- Nya di antara hamba-hamba- Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki- Nya).&#8221; <strong>Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (QS.Saba:39)</strong></p>
<p>Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(QS.Ath Thalaaq:2-3)</p>
<p>Ketika nabi Musa tidak berdaya dibelakang pasukan Fira&#8217;un, didepan lautan merah lalu beliau berdoa, Allah selamatkan dengan terbelah lautan(QS.7:141). Nabi Ibrohim tidak berdaya,dibakar hidup-hidup lalu berdoa.Allah selamatkan beliau. Apipun dingn(QS.21:69).Nabi Muhammad &amp; para sahabatnya menghadapi teror luar biasa,dihina sampai pembunuhan lalu brdoa,Allah menangkan beliau(QS.2:214). So, jangan pernah meremehkan DOA, doa itu senjata dahsyat.(QS40:60)</p>
<p>(Quote Ust.Arifin Ilham tentang hakikat Doa)</p>
<p>Allah SWT berfirman : &#8220;Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku. Aku bersamanya setiap kali ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat &#8211; Ku ketika ia sendirian, maka Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam kelompok, niscaya Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Jika ia mengingat &#8211; Ku dalam jarak sejengkal, maka aku mendekatinya dengan jarak satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku dalam jarak satu hasta, Aku akan mendekat padanya dalam jaran satu depa. Apabila ia datang kepada &#8211; Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. (HR Ibnu Majah ; hadist sahih)</p>
<p>“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya : Aku adalah dekat”. (QS. Al-Baqarah : 186)</p>
<p>Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia. (QS An Naml: 40)</p>
<p>Seorang yang baik keislamannya ialah yang meninggalkan apa-apa yang tidak berkepentingan dengannya. (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Rasulullah Saw bersabda: “Bergaullah dengan orang yang apabila engkau memandangnya, dia akan mengingatkanmu kepada Allah, sedangkan perkataannya dapat menambah ilmumu, dan perbuatannya akan membantumu cenderung beramal untuk akhirat.” (Hadits)</p>
<p>Ya Allah, jadikanlah aku mampu bersyukur atas nikmat &amp; karunia-Mu yg telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua ayah &amp; ibuku, dan mampu untuk berbuat baik yg mendapat ridho-Mu. Serta berilah aku kebaikan berkenaan dgn keturunanku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sungguh aku termasuk orang-orang yg berserah diri</p>
<p>(Al-Ahqaaf:15 )</p>
<p>from : Renungan n kisah inspiratif</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=68&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/dunia-oh-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berburu Do’a Mustajab</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/berburu-do%e2%80%99a-mustajab/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/berburu-do%e2%80%99a-mustajab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 14:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Hidup ini tak lekang dengan masalah, silih berganti dari masalah satu ke masalah lain. Akan tetapi jika kita mau berfikir sebenarnya dibalik masalah tersebut ada pelajaran yang berharga yang dapat kita petik. Rugilah kita tatkala menyia-nyiakan masalah, berlari dari masalah ataupun pura-pura mengaburkan masalah tersebut. Saudariku, sebagai wanita dengan kodrat yang mempunyai beragam peran tentunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=65&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup ini tak lekang dengan masalah, silih berganti dari masalah satu ke masalah lain. Akan tetapi jika kita mau berfikir sebenarnya dibalik masalah tersebut ada pelajaran yang berharga yang dapat kita petik. Rugilah kita tatkala menyia-nyiakan masalah, berlari dari masalah ataupun pura-pura mengaburkan masalah tersebut.</p>
<p>Saudariku, sebagai <a href="http://muslimah.or.id/tag/wanita"><span style="color:#0000ff;">wanita</span></a> dengan kodrat yang mempunyai beragam peran tentunya tak jauh dari masalah. Terlebih lagi secara fitrah, wanita sering mengedepankan hati atau perasaan untuk menilai sesuatu. Dengan demikian hendaknya kita mencari cara agar kita dapat mensiasati kelemahan itu agar menjadi lebih tegar tatkala kita dirundung masalah.<span id="more-65"></span></p>
<p>Saudariku, ber<a href="http://muslimah.or.id/tag/doa"><span style="color:#0000ff;">doa</span></a>lah kepada Allah karena itulah kunci dari segala masalah kita, Allah telah berfirman:</p>
<p class="arab">وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ</p>
<p>“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah: 186)</p>
<p>Apa susahnya kita mengadu kepada Allah yang telah men<a href="http://muslimah.or.id/tag/takdir"><span style="color:#0000ff;">takdir</span></a>kan semua masalah yang telah menghampiri kita? Segala masalah akan ada kunci jawabnya meskipun entah kapan waktunya. Kita hanya bisa serahkan kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin untuk memecahkannya. Ingatlah saudariku apapun masalahnya dengan<a href="http://muslimah.or.id/tag/dzikir"><span style="color:#0000ff;"> mengingat Allah</span></a> hati menjadi tenang.</p>
<p class="arab">أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ</p>
<p>“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs Ar-Ra’d: 28)</p>
<p>Saudariku doa adalah kunci yang sangat ampuh dan mujarab untuk melepaskan kepenatan hati, rasa was-was ataupun segala masalah yang sedang kita hadapi. Ingatlah bahwa doa adalah inti ibadah. Kita percaya bahwa dengan terus dan terus memohon kepada Allah maka Allah akan memudahkan urusan kita.</p>
<p>Ibnul Qayyim <em>Rahimahullah</em> berkata:</p>
<p><em>“Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Allah akan membuka (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap berada di depan pintu tersebut.”</em></p>
<p>Tentu saja tidak semua doa dapat diterima. Oleh karena itu pandai-pandailah dalam mensiasati agar doa terkabul. Dalam kesempatan kali ini akan kami jelaskan orang-orang yang beruntung karena doanya terkabul dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Akan tetapi hal ini tidak berarti memvonis orang-orang yang tidak termasuk dalam golongan di atas, doanya tidak dikabulkan, <em>Wallahu a’lam bishawab</em>.</p>
<p>Serahkan semua usaha kita kepada Allah, karena Allah yang berhak menentukan hasil dari proses yang kita usahakan.</p>
<p>Rasulullah <em>Shalallahu’alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab">يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً</p>
<p><em>“ Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ’<strong>Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku</strong>, Aku bersamanya bila dia ingat Aku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut Nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutkan dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.”</em> (HR Bukhari Muslim)</p>
<p>Ada beberapa golongan manusia yang doanya terkabul, antara lain;</p>
<ul>
<li><strong>Doa seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya </strong><br />
Dari Abu Darda’ <em>Radhiyallahu’anhu</em>, dia berkata bahwa Nabi Muhammamad <em>Shalallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Tidak seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak ada dihadapannya kecuali ada seorang malaikat yang ditugaskan berkata kepadanya:’Aamiin, dan bagimu seperti yang kau do’akan.”</em> (HR Muslim)</li>
<li><strong>Orang yang memperbanyak berdoa pada saat lapang dan bahagia</strong><br />
Dari Abu Hurairah <em>Radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>Shalallahu’alaihi wa sallam</em> bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.” </em>(HR At-Tirmidzi, Dishahihkan oleh Dzahabi dan dihasankan oleh Al-albani)</li>
<li><strong>Orang yang teraniaya </strong><br />
Dari Mu’adz bin Jabal <em>Radhiyallahu’anhu,</em> Rasulullah <em>Shalallahu’alaihi wa sallam</em> bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Hati-hatilah dengan doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).”</em> (HR Bukhari &amp; Muslim)</li>
<li><strong>Doa orangtua kepada anaknya dan doa seorang musafir</strong><br />
Dari Abu Hurairah <em>Radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi wasallam </em>bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>”Tiga orang yang doanya pasti terkabullkan; doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir dan doa orangtua terhadap anaknya.”</em> HR Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani</li>
<li><strong>Doa orang yang sedang berpuasa</strong><br />
Dari Anas bin Malik<em> Radhiyallahu’anhu</em>, dia Rasulullah <em>Shalallahu’alaihi wasallam </em>bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Tiga doa yang tidak ditolak; doa orangtua terhadap anaknya, doa orang yang sedang puasa, dan doa seorang musafir.”</em> HR Baihaqi dan dishahihkan oleh Al-Albani</li>
</ul>
<p>Kemudian lebih baik lagi tatkala kita tahu waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa sehingga kita bisa maksimal dalam berdoa. Antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Sepertiga Akhir Malam</strong><br />
Dari Abu Hurairah <em>Radhiyallahu’anhu</em> bahwasanya Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga akhir malam terakhir, lalu berfirman: Barangsiapa yang berdoa, pasti akan Kukabulkan, bar</em><em>angsiapa yang memohon pasti akan Aku perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti akan Ku ampuni</em>.” (HR Bukhari)</li>
<li><strong>Tatkala berbuka puasa bagi orang yang berpuasa</strong><br />
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash <em>Radhiyallahu’anhu</em>, dia mendengar Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” </em>(HR Ibnu Majah)</li>
<li><strong>Pada setiap dubur shalat fardhu (sesudah tasyahud akhir, sebelum salam)</strong><br />
Dari Abu Umamah <em>Radhiyallahu’anhu</em>, Sesungguhnya Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi wasallam </em>ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah <em>Subhanahu wata’alla</em>, beliau menjawab:&nbsp;</p>
<p><em>“Dipertengahan malam yang akhir dan pada setiap dubur shalat fardhu.”</em> (HR At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)</li>
<li><strong>Pada saat perang berkecamuk</strong><br />
Dari Sahl bin Sa’ad <em>Radhiyallahu ‘anhu</em> bahwa Rasulullah <em>Shalallahu’alaihi wasallam </em>bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.”</em> (HR Abu Daud dishahihkan oleh Imam Nawawi dan Al-Albani)</li>
<li><strong>Sesaat pada hari Jum’at</strong><br />
Dari Abu Hurairah <em>Radhiyallahu’anhu</em>, Abul Qasim <em>Shalallahu’alaihi wasallam </em>bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada sesaat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan dikabulkan. Beliau berisyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut.”</em> (HR Al Bukhari)</li>
<li><strong>Pada waktu bangun tidur malam hari bagi orang yang bersuci dan berdzikir sebelum tidur</strong><br />
Dari ‘Amr bin ‘Anbasah <em>Radhiyallahu’anhu</em> bahwa Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.</em>” (HR Ibnu Majah)</li>
<li><strong>Diantara adzan dan iqamah</strong><br />
Dari Anas bin Malik <em>Radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.”</em> (HR Abu Daud, dishahihkan Al-Albani)</li>
<li><strong>Pada waktu sujud dalam shalat</strong><br />
Dari Ibnu Abbas <em>Radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab doa saat itu sangat diharapkan untuk terkabul.”</em> (HR Muslim)</li>
<li><strong>Pada saat sedang turun hujan</strong><br />
Dari Sahl bin Sa’ad <em>Radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi wasallam </em>bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Dua doa yang tidak pernak ditolak; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu turun hujan.”</em> (HR Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)</li>
<li><strong>Pada saat ada orang yang baru saja meninggal</strong><br />
Dari Ummu Salamah <em>Radhiyallahu’anha</em>, Rasulullah <em>Shallallahu’alahi wasallam</em> bersabda tatkala Abu Salamah sakaratul maut:&nbsp;</p>
<p><em>“Susungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Semua keluarga histeris. Beliau bersabda:”Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat meng-amini apa yang kamu ucapkan.”</em> (HR Muslim)</li>
<li><strong>Pada malam lailatul qadr</strong><br />
Allah <em>Subhanahu wata’alla</em> berfirman:&nbsp;</p>
<p><em>“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam penuh kesejahteraan sampai terbit fajar</em>.” (Qs Al Qadr: 3-5)</li>
<li><strong>Doa pada hari Arafah</strong><br />
Dari ‘Amr bin Syu’aib <em>Radhiyallahu’anhu</em> dari bapaknya dari kakeknya, Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:&nbsp;</p>
<p><em>“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah.”</em> (HR At Tirmidzi dishahihkan Al-Albani)</li>
</ul>
<p>Semoga bermanfaat dan dapat mengoptimalkan agar doa terkabul. <em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p>***<br />
Artikel <a href="http://muslimah.or.id/aqidah/berburu-doa-mustajab.html"><span style="color:#0000ff;">muslimah.or.id</span></a><br />
Penyusun : Ummu Hamzah Galuh Pramita Sari<br />
Muroja’ah : Ust Abu Ukasyah Aris Munandar</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
<em>Do’a dan wirid </em>penerbit Pustaka Imam Syafi’i<br />
<em>Kesalahan dalam Berdoa</em> penerbit Darul Haq</p>
<div id="fb_share_1" style="float:right;margin-left:10px;"><a style="text-decoration:none;" name="fb_share" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%253A%252F%252Fmuslimah.or.id%252Fakhlak-dan-nasehat%252Fberburu-doa-mustajab.html&amp;src=sp"><span class="fb_share_size_Small fb_share_count_wrapper"><span class="fb_share_count_nub_top "> </span><span class="fb_share_count  fb_share_count_top"><span class="fb_share_count_inner">445</span></span><span class="FBConnectButton FBConnectButton_Small" style="cursor:pointer;"><span class="FBConnectButton_Text">Share</span></span></span></a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=65&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/berburu-do%e2%80%99a-mustajab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadilah Pemburu Surga by Aidh al-Qarni</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/jadilah-pemburu-surga-by-aidh-al-qarni/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/jadilah-pemburu-surga-by-aidh-al-qarni/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 14:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Islam tidak akan dapat tegak, kecuali dengan perjuangan para penganutnya. Islam tidak akan tertanam, kecuali dengan siraman darah. Oleh karena itu, guru kita, Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa salam, gagah berani – dalam semua arti yang dikandung kata – ‘berani’. Para sahabat beliau juga orang-orang yang pemberani. Abu Bakar seorang siddiq, Umar terbunuh, Utsman juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=44&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Islam tidak akan dapat tegak, kecuali dengan perjuangan para penganutnya. Islam tidak akan tertanam, kecuali dengan siraman darah. Oleh karena itu, guru kita, Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa salam, gagah berani – dalam semua arti yang dikandung kata – ‘berani’. Para sahabat beliau juga orang-orang yang pemberani. Abu Bakar seorang siddiq, Umar terbunuh, Utsman juga tewas, Ali mandi darah. Delapan puluh persen sahabat beliau terbunuh.<span id="more-44"></span></p>
<p>Sehari sebelum perang Uhud, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda diatas mimbar :</p>
<p>“Demi Allah yang menggenggam jiwaku, setiap orang yang terbunuh di jalan Allah pasti datang pada hari Kiamat seperti keadaannya ketika terbunuh didunia. Warnanya warna darah, tapi baunya bau minyak kesturi”.</p>
<p>Dalam hadist lainnya Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Sesungguhnya Allah berfirman kepada para syuhada pada hari Kiamat. Siapa yang membunuh kalian?” Mereka menjawab, “Musuh-musuh-Mu”. Dia berfirman lagi, “Mengapa kalian dibunuh?” Mereka menjawab,”Kami terbunuh karena perjuangan di jalan-Mu. ‘Dia berfirman, “Aku telah mengampuni kalian”.</p>
<p>Kita perlu menengok perang Uhud agar kita bisa melihat, bagaimana para leluhur kita dahulu, bagaimana keadaan kita sekarang, an apa yang kita berikan kepada Islam?<br />
Mana para syuhada hari ini?<br />
Mana para pahlawan Islam hari ini?<br />
Mana peran kita dalam menyebarkan Islam hari ini?<br />
Mana darah? Mana harta? Mana waktu? Mana pengorbanan?<br />
Semuanya kosong.</p>
<p>Sehari sebelum pecah perang Uhud, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bermusyawarah dengan para sahab at. Beliau mengumumkan hendak memerangi Abu Sufyan dan kaum musyrikin. Beliau bertanya kepada para sahabat, “Bagaimana pendapat kalian?Apakah kita memerangi mereka di lorong-lorong kota atau kita cegat mereka di gunung Uhud”.</p>
<p>Orang-orang tua menjawab, “Wahai Rasulullah, lebih baik kia tetap di tempat, bertahan di lorong-lorong dan rumah-rumah kita. Kalau mereka malsuk kota.klta perangi mereka”. Beliau pun setuju. Tetapi, baru selesai ucapan itu, para sahabat yang berusia muda, yan g berjumlah delapan puluh orang, keluar, lalu menghunus pedang dan memasang besi pelindung di kepala. Kemudian mereka melantunkan nasyid di luar masjjid dengan suara lantang.”Kami adalah orang-orang yang membaiat Muhammad untuk berjihad selamakami hidup”, tandas mereka.</p>
<p>Kemudian, seorang pemuda yang berusia sekitar dua puluh tahun berkata nyaring,”Wahai Rasulullah, pimpinlah kami ke Uhud. Jangan halangi kami masuk surga! Demi Allah, saya pasti masuk surga”. Mendengar gelora penuh semangat itu, Rasulullah bangkit. Setiap bulu di tubuh beliau berdiri. Setiap tetes darah beilaiu bergejolak. Beliau lalu berdiri. Beliau mengumumkan bahwa pintu-pintu surga telah dibuka dan Allah telah menempatkan diri kepada hamba-hamba-Nya . “Dengan apa kamu masuk surga?”, tanya beliau kepada para pemuda itu?</p>
<p>Para pemuda itu menjawab, “Dengan dua h al. Pertama, saya mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan saya tidak lari dari medan pertempuran”. Kemudian air mata Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam mengalir. Dengan mengangkat kedua tangan beliau bersabda, “Kalau kamu jujur kepada Allah, Dia pasti akan membalas kejujuranmu”.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>“Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS : al-Ankanbut : 69)</p>
<p>Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, tak lama, berangkat menuju medan perang. Beberapa saat sebelum perang berkecamuk, beliau mencabut pedangnya dan bertanya, “Siapa yang ma memegang pedang ini?”. “Kami semua ingin memegangnya”, jawab para sahabat. Abu Dujanah bertanya, “Apa hak pedang ini, wahai Rasulullah?”, tanyanya. “Haknya adalah menebaskannya kepada kaum kafir hingga ia bengkok”, tegas Rasulullah.</p>
<p>Pernah anda mendengar ada pedang yang bengkok, karena digunakan membunuh musuh? Ya, ada .. dengan telapak tangan sahabat-sahabat Muhammad Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam. Kemudian Abu Dujanah mengambil pedang itu, sambi bersyair.</p>
<p>“Akulah yuang berjanlji kepada kekasihku,<br />
Tatkala kami befrada di gunung diantara rumpun kurma ..<br />
Untuk selamanya tidak berdiri di barisan belakang<br />
Aku membunuh dengan pedang Allah dan Rasul ..”</p>
<p>Kemudian Abu Dujanah menggunakan pedang untuk berperang dan membunuh orang-orang kafir, hingga pedang itu bengkok. Lalu, dia mengembalikan pedang bengkok kepada Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam. Para pahlawan lahir bermunculan.</p>
<p>intu-pintu surga dibuka. Para malaikat ikut meramaikan pertempuran. Pintu-pintu langit dibuka, menurunkan tentara yang dikomandani Jibril as. Dan turun diatas gunung Uhud.<br />
Agama ini lenyap dari muka bumi atau kebenaran ini yang menang.</p>
<p>Tentu, kemenangan islam yang akan datang. Tak akan berhasil mereka yang menodai dan menggunakan agama hanya untuk mendapatkan kenikmatan sesaat dengan melakukan kerjasama dengan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Wallahu’alam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=44&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/jadilah-pemburu-surga-by-aidh-al-qarni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh golongan yang mendapat kado istimewa dari Allah.</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/tujuh-golongan-yang-mendapat-kado-istimewa-dari-allah/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/tujuh-golongan-yang-mendapat-kado-istimewa-dari-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 14:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Sudah kita ketahui bahwa usia pemuda adalah usia yang cukup menarik. Yang masih terkandung energi atau tenaga yang lebih banyak dibanding yang lebih senior. Dan Allah pun memberikan keistimewaan kepada pemuda. Karena PEMUDA HARI INI ADALAH PEMIMPIN MASA DEPAN yang harus dipersiapkan untuk menjadi teladan yang baik di kemudian hari. Allah pun memberikan ujian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=48&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah kita ketahui bahwa usia pemuda adalah usia yang cukup menarik. Yang masih terkandung energi atau tenaga yang lebih banyak dibanding yang lebih senior. Dan Allah pun memberikan keistimewaan kepada pemuda. Karena PEMUDA HARI INI ADALAH PEMIMPIN MASA DEPAN yang harus dipersiapkan untuk menjadi teladan yang baik di kemudian hari. Allah pun memberikan ujian yang lebih “keren” kepada pemuda dibanding kepada orang tua. Hal kecil saja, misalnya seorang pemuda laki-laki yang sedang tertarik kepada seorang pemuda perempuan yang cantik. Hal ini ujian, yang jika tidak terjaga maka pemuda tersebut akan terjerumus kepada kemaksiatan. Lalu, ujian kemalasan beribadah kepada Allah. Jika ia lalai, maka Allah pun akan menyesatkannya.<span id="more-48"></span></p>
<p>Subhanallah Saudara pembaca, Allah Maha Adil, Dia memberikan ujian yang sebanding dengan pahala yang akan didapatkannya. Memang ini adalah sunnatullah, ini cara Allah untuk memberikan rasa pengharapan dan takut hanya kepada-Nya.</p>
<p>Berbicara mengenai kata perbuatan, Allah akan memberikan ganjaran pahala bagi orang yang beramal shalih, sebaiknya Dia akan memberikan hukuman bagi yang berbuat kemunkaran. Sebagaimana orang tua yang memberikan hadiah bagi anak-anaknya yang baik dan berprestasi dan memberikan hukuman bagi yang nakal.</p>
<p>Hadiah ini memang akan Allah berikan saat hari terakhir kita (kiamat), namun jika kita tidak mengetahuinya, mungkin kita akan diam dan berpangku tangan karena tidak mengetahui<br />
Hadiahnya itu.</p>
<p>Naungan Allah pada hari kiamat, saat tidak ada naungan lagi selain dari Allah Yang Maha Rahmaan-Rahiim. Itulah kado istimewa yang Allah sediakan untuk kita, pemuda. Siapa saja tujuh golongan itu??</p>
<p>1. Hakim yang Adil</p>
<p>Nah lho…, katanya pemuda, tapi yang disebut malah hakim?? Saudara pembaca yang budiman, di antara kita mungkin sudah sering mendengarkan kalimat ini. Setiap orang adalah pemimpin atas dirinya, dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Jadi, jangan dulu memikirkan bahwa pemimpin itu membawa banyak orang di bawahnya, seperti presiden, gubernur, dan lainnya. Namun ternyata setiap kita adalah pemimpin bagi diri kita masing-masing. Jadilah pemimpin yang adil, yang selalu membawa diri ini kepada kebaikan. Itulah pemimpin yang adil, membawa yang dipimpinnya untuk selalu berbuat kebaikan, menghindarkan dari hal-hal yang membawa keburukan. Seperti beribadah yang taat, menghadiri majelis-majelis ilmu, berbuat baik kepada setiap orang terutama kepada orang-orang terdekat-orang tua, keluarga, sahabat-, dan lain sebagainya. Itulah pemimpin yang adil. Dan pemuda yang mengerti pasti bisa menjadi pemimpin yang adil.</p>
<p>2. Pemuda yang taat ibadah hanya kepada Allah swt.</p>
<p>Saudaraku yang diberkahi Allah, sungguh beruntung bagi orang-orang yang senantiasa untuk taat beribadah kepada Allah swt. Terutama kita, sebagai pemuda. Sungguh Allah akan memberikan banyak pahala kepada pemuda yang taat beribadah kepada-Nya, dibanding orang tua yang taat. Wajar saja, karena ujian (godaan)-nya lebih banyak dan dahsyat kepada pemuda. Seperti jaman sekarang, banyak sekali pemuda yang terlalaikan oleh teknologi, sinetron televisi, dan lainnya. Saat ini, pagelaran piala dunia di Afrika telah membuat pemuda lalai untuk shalat Maghrib dan ‘Isya, apalagi jadwalnya yang pukul 01.30 waktu Indonesia barat, sebagian telah alai untuk menunaikan qiyamul lail. Padahal waktu-waktu qiyamul lail adalah kesempatan kita untuk berkhalwat dengan Allah swt. Waktunya Allah mendengarkan doa-doa kita lebih dekat, karena waktu itu, Allah turun ke langit bumi-jarak terdekat antara langit dan bumi-.. semoga kita terus berusaha untuk meningkatkan ketaatan ibadah kita kepada Allah swt. Terlebih, sebentar lagi kita akan memasuki bulan penambangan pahala, bulan Ramadhan 1431 H. semoga Allah RIDHO menyampaikan kita kepadanya.</p>
<p>3. Pemuda yang terpaut hatinya kepada Masjid-masjid</p>
<p>Saudaraku yang mudah-mudahan selalu mendapat RIDHO Allah swt. Lagi-lagi Allah memberikan hadiah istimewanya itu untuk pemuda. Sungguh Allah memberikan nikmat yang banyak kepada para pemuda yang patut kita syukuri. Saudara pembaca, Allah akan memberikan Naungan-Nya di saat tidak ada lagi naungan kecuali dari-Nya kepada pemuda yang hatinya terpaut pada masjid. Dimana pun ia berada, sedang apapun ia beraktivitas, namun saat terdengar panggilan Allah swt.-adzan-, maka ia akan segera memenuhi panggilan tersebut. Tidak hanya untuk menunaikan shalat fardhu saja, namun juga untuk memakmurkan masjid-masjid Allah dengan mendawamkan tilawah Al-Qur’an, mengkaji hadits, kaji tafsir, mengajarkan pelajaran bermanfaat-terutama ilmu Islam- dan lain sebagainya. Dalam haditsnya, tertulis masaajida, yang artinya masjid-masjid (jamak), jadi kita tidak hanya saja memakmurkan masjid yang ada di sekitar rumah kita, namun terlebih kita harus berusaha memakmurkan masjid dimana pun kita berada. Baik sedang di perjalanan, atau sedang ada di luar kota tempat kita tinggal. Saudara pembaca, selamat memakmurkan masjid. Selamat menikmati jamuan Allah swt.</p>
<p>4. Pemuda yang bersedekah secara bersembunyi-sembunyi</p>
<p>Saudara pembaca, Rasulullah saw. adalah teladan kita semua, beliau juga adalah orang yang paling dermawan. Terlebih di bulan Ramadhan, kebaikan sedekahnya lebih cepat dibanding angina yang berhembus. Kita juga sepatutnya dapat mendermakan sedekah kepada yang membutuhkannya. Dan sedekah yang utama adalah sedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga (ibaratnya) tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. Ini menggambarkan tentang makna keikhlasan hati orang yang bersedekah. Sesungguhnya tidak ramai orang yang dapat menyembunyikan kebaikan yang dilakukannya melainkan akan terdapat juga perasaan riya’ dan ingin menunjuk-nunjuk supaya mendapatkan pujian atau sanjungan dari orang ramai atau sekurang-kurangnya ada orang yang mengetahui kebaikan yang dilakukannya itu. Sesungguhnya, sikap tersembunyi-sembunyi akan menimbulkan keikhlasan dan menjauhkan sifat riya’, insya Allah..</p>
<p>5. Dua pemuda yang bertemu dan berpisah karena Allah</p>
<p>Weish, tunggu dulu…ini buka antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya, namun saudara se-iman. Sesame ikhwan, atau sesama akhwat. Inilah yang menjadi usaha bagi yang sudah mempunyai kelompok rutin pekanan. Ia bertemu untuk merekatkan ukhuwah, bersama-sama berniat karena Allah untuk mencari ilmu, saling mengingatkan dalam kebaikan, ketaatan dan lainnya. Ia berpisah karena Allah untuk menyebar kebaikan kepada orang lain yang lebih banyak. Bersyukurlah, wahai saudara pembaca yang sudah mempunyai kelompok pertemuan. Allah akan memberikan pahala yang besar bagi orang-orang yang berkasih saying dan saling mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran. Betapa Allah memberikan pahala kepada dua orang yang bertemu dan berpisah karena-Nya, apalagi lebih dari dua orang. Perbanyaklah saudara kita.</p>
<p>6. Pemuda yang menolak rayuan wanita untuk berzina</p>
<p>Saudaraku, sungguh Allah Maha Tahu, ujian demi ujian yang kita lalui pastilah Allah akan memberikan imbalan yang setimpal jika kita dapat melalui ujian tersebut dengan baik dan benar menurut Allah swt. Dikisahkan seorang pedagang karpet pada jaman Rasulullah, yang juga sahabat beliau. Ia menjual karpetnya secara keliling. Karena saking ramah dan baik dan tampannya pedagang tersebut, maka hampir setiap hari ia dapat menjual karpet-karpetnya. Suatu hari di suatu daerah, karpet dagangannya belum ada yang membeli. Beberapa saat kemudian ada seorang gadis cantik yang menghampirinya. Ia berpura-pura akan membeli karpetnya jika pedagang ini ikut ke rumahnya. Maka, ia pun mengikuti karena tidak tahu niat jahat perempuan ini. Setelah mereka tiba di rumah, sang perempuan tersebut berbicara kepada pemuda tampan itu untuk berzina dengannya. Secara spontan, lelaki itu kaget dan menolak ajakannya. Beberapa saat kemudian ia mempunyai ide. Ia meminta izin ke kamar mandi. Secara tiba-tiba, si perempuan itu kaget melihat sang pemuda pedagang karpet itu sudah terlumuri kotorannya sendiri. Ya, sang pemuda melumuri badannya dengan kotorannya sendiri dengan tujuan supaya wanita tidak ingin berzina dengannya. Karena baunya, maka wanita itu pun mengusir pemuda penjual karpet itu. Sepanjang perjalanan pulang banyak yang mengganggapnya orang gila dan bau terhadapnya. Sang Pemuda bergegas mandi dan membersihkan dirinya dengan bersih. Saat sudah mandi dan berkemas untuk melanjutkan dagangnya, banyak sahabat lain dan orang-orang di sekitarnya mencium bau harum seperti parfum kasturi. Bahkan dari jarak yang jauh. Setelah Rasulullah mengetahuinya, beliau dan para sahabat menjulukinya sebagai Sang “Al-Misk”, yang harum seperti parfum surga. Dari peristiwa itu, sampai meninggalnya-bahkan sampai di surga, sahabat itu akan tetap harum kasturi.. (al-hadits). Itulah balasan dari Allah swt. Kepada orang-orang yang mampu menjaga diri dan kehormatan hidupnya.</p>
<p>7. Pemuda yang mencucurkan air mata saat shalat malam.</p>
<p>Saudara pembaca, ada lagi satu peristiwa yang cukup menggugah kita, yang patut ditafakuri oleh semua. Cerita ini pula yang menjadi sebab turunnya (asbabul nuzul) Qur’an Surat Ali Imran ayat 190-191. Pada suatu subuh, Bilal bin Ra’bah memanggil Rasulullah saw. Karena pada Subuh tersebut tidak seperti biasanya, Rasulullah belum dating-datang untuk menunaikan shalat subuh berjamaah. Setelah Bilal menghampiri, ia mendapati Rasulullah sedang menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw. Bercerita kepada Bilal bahwa ia baru menerima wahyu dari Allah swt. Melalui Malaikat Jibril. “Inna Fii Kholqissamaawaatii wal ardh, wakhtilaa fillaili wan nahaari la aayatilliuulil albaab”; Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam pada malam terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal. Saat itu Bilal bertanya, bukankah engkau sudah berakal Yaa Rasulullah?? Lalu Rasulullah saw menjawab: “memang Allah memberiku kelebihan dan akal yang dapat menerjemahkan ayat ini, tapi bagaimana dengan umatku??” lalu Bilal pun hanya terdiam dan ikut menitikkan air matanya.</p>
<p>Allah menyediakan waktu-waktu yang mustajabnya do’a, saat itulah semestinya kita dapat berkomunikasi langsung denganNya melalui dzikir-dzikir dan do’a-do’a kita. Sungguh Allah akan mengabulkan doa-doa itu.</p>
<p>Salah satu waktu mustajab itu adalah dengan qiyamullail, karena waktu itu Allah akan turun ke bumi, menjadi saksi bahwa hambaNya mendekatkan diri kepadaNya di saat yang lain sedang terlelap tidur.</p>
<p>Ingatlah, ada dua tetesan yang haram tersentuh neraka. Tetesan air mata karena tangisan kepada Allah saat shalat malam dan tetesan darah syuhada yang berjihad di jalan Allah…</p>
<p>itulah  tujuh hal yang menjadikan kita mendapatkan hadiah, kado special dari Allah swt. Semoga kita dapat menjadi salah satu golongan di atas, menjadi hamba Allah yang mendapat naunganNya di saat tidak ada lagi naungan Allah kepada siapa pun. Perbanyaklah ketaatan (ibadah) kita kepada Allah.</p>
<p>dakwatuna.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=48&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/tujuh-golongan-yang-mendapat-kado-istimewa-dari-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>international news to know (Catatan Demo Bersejarah di Mesir)</title>
		<link>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/international-news-to-know-catatan-demo-bersejarah-di-mesir/</link>
		<comments>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/international-news-to-know-catatan-demo-bersejarah-di-mesir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 14:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SKI FKG UA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skifkgunair.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 17 hari lamanya jutaan warga Mesir berunjuk rasa menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur. Warga Mesir merasa kehidupan mereka makin sengsara dibawah rezim Mubarak, dan menuntut pergantian kepemimpinan di tangan sipil. Besar kemungkinan, mimpi rakyat Mesir ini akan menjadi kenyataan, Kamis malam waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Karena militer Mesir mengatakan seluruh keinginan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=54&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah 17 hari lamanya jutaan warga Mesir berunjuk rasa menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur. Warga Mesir merasa kehidupan mereka makin sengsara dibawah rezim Mubarak, dan menuntut pergantian kepemimpinan di tangan sipil.</p>
<p>Besar kemungkinan, mimpi rakyat Mesir ini akan menjadi kenyataan, Kamis malam waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Karena militer Mesir mengatakan seluruh keinginan demonstran akan dipenuhi.<span id="more-54"></span></p>
<p>Berikut <em> </em>kronologi demonstrasi yang sudah memakan ratusan korban jiwa dan ribuan luka-luka itu:</p>
<p><strong>Selasa, 25 Januari</strong><br />
Akan dikenang sebagai ‘Hari Kemarahan’ warga Mesir. Ratusan ribu warga berdemonstrasi menuntut reformasi politik, sosial, dan ekonomi. Utamanya mereka ingin Mubarak turun. Polisi menembakkan gas air mata ke para demonstran.</p>
<p><strong>Jumat, 28 Januari</strong><br />
Warga Mesir akan mengenangnya sebagai ‘Hari   Amuk’. Di hari ini, usai Shalat Jumat, bentrok terjadi di berbagai kota di Mesir. Sebanyak 24 warga Mesir tewas oleh petugas keamanan, menyusul pemerintah menerapkan aturan jam malam.</p>
<p><strong>Sabtu, 29 Januari</strong><br />
Presiden Mubarak membubarkan kabinetnya. Namun ia menegaskan tidak akan mundur. Ini membuat Tahrir Square kembali banjir demonstran sejak siang hari.</p>
<p><strong>Senin, 31 Januari</strong><br />
Pemerintah melantik Kabinet Mesir terbaru. Namun ratusan ribu pengunjuk rasa belum beranjak dari Tahrir Square, karena Mubarak belum juga turun dari kursi presiden.</p>
<p><strong>Selasa, 1 Februari</strong><br />
Akan dikenang sebagai hari ‘Pawai Sejuta Warga’ di berbagai kota. Mubarak mengatakan ia akan mundur, tapi pada September 2011. Jutaan demonstran menolak pernyataan Mubarak dan ingin melihatnya angkat kaki secepatnya.</p>
<p><strong>Jumat, 4 Februari</strong><br />
Warga Mesir menjuluki hari ini sebagia ‘Hari Keberangkatan’ yang dimaksud bahwa Mubarak harus mundur. Usai Shalat Jumat, jutaan warga kembali turun ke jalan. Tuntutan mereka tetap, Mubarak harus mundur.</p>
<p><strong>Ahad, 6 Februari</strong><br />
Disebut sebagai ‘Hari Martir’ untuk memperingati raturan korban yang jatuh selama berunjuk rasa menentang pemerintahan Presiden Mubarak.</p>
<p><strong>Selasa, 8 Februari</strong><br />
Pemerintah Mesir melepaskan sejumlah tahanan politik. Salah satunya adalah eksekutif Google Mesir, Wael Ghonim yang dianggap memicu ‘revolusi Facebook’ di Mesir dari pesan-pesannya di laman Facebook yang meminta rakyat Mesir jangan menyerah untuk terus berjuang menentang Mubarak. (RoL/ut)</p>
<p><!-- Social Buttons Voted Counts Generated by Digg Digg plugin v4.5.0.7,      Author : Yong Mook Kim     Website : http://www.mkyong.com/blog/digg-digg-wordpress-plugin/ --><!-- If the post is in Photo Gallery -->_dakwatuna.com_</p>
<p><!-- HDN SHARE MULAI --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/skifkgunair.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/skifkgunair.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/skifkgunair.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/skifkgunair.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/skifkgunair.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/skifkgunair.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/skifkgunair.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/skifkgunair.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/skifkgunair.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/skifkgunair.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/skifkgunair.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/skifkgunair.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/skifkgunair.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/skifkgunair.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=skifkgunair.wordpress.com&amp;blog=20011219&amp;post=54&amp;subd=skifkgunair&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skifkgunair.wordpress.com/2011/02/14/international-news-to-know-catatan-demo-bersejarah-di-mesir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d11378147ba4fc9ccc435ee1762a3f1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">skifkgunair</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
